10 Ormas di Sutra Deklarasi Tolak Aksi Unjuk Rasa Anarkis

41
Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya (memegang mic) menemui ormas yang menggelar deklarasi menolak aksi unjuk rasa anarkis. (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id, Kendari – Sebanyak 10 organisasi masyarakat (Ormas) di Sulawesi Tenggara (Sultra) bergabung menggelar deklarasi di halaman Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Senin (19/10/2020). Mereka menyatakan menolak aksi unjuk rasa anarkis yang belakangan ini kerap terjadi dalam demo penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Sejumlah ormas yang tergabung dalam deklarasi tersebut adalah Pemuda Pancasila, FKPPI, Pemuda Muhammaddiyah, Tapak suci, Pemuda Ansor, Banser NU, GAMKI, Brigade 08, Senkom Polri, Oke Jek, Gojek, dan Grab.

Ketua Pemuda Pancasila Hasan Mbou yang memimpin jalannya deklarasi tersebut menyatakan mengecam dan menolak aksi anarkisme, premanisme, dan kekerasan yang terjadi di Sulawesi Tenggara.

“Bersama-sama kita menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta kemajuan pembangunan Sulawesi Tenggara,” tegas Hasan Mbou saat membacakan isi deklarasi ormas tersebut.

Menanggapi deklarasi itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengaku berterima kasih. Aksi damai tersebut, menurutnya, merupakan bentuk dukungan bagi pihak kepolisian dalam upaya menciptakan keamanan di Bumi Anoa ini.

Baca Juga :  Tujuh Tahun Berturut-turut Raih Opini WTP, Ali Mazi: Penghargaan Ini Menjadi Suplemen

“Ini merupakan dukungan yang luar biasa karena kita tau bersama bahwa selama ini memang mengumukankan pendapat di depan umum diatur undang-undang dan diperbolehkan. Tapi, ternyata dalam kegiaatan ini (aksi unjuk rasa) banyak disusupi oleh oknum yang tdak bertanggung jawab yang ingin mengacaukan atau membuat rusuh di kota dan Sulawesi Tenggara ini,”ungkap Yan Sultra di hadapan pengurus ormas tersebut.

Dikatakan, aksi anarkis dan kekerasan adalah hal yang harus dibasmi bersama, terutama aksi massa yang melakukan perusakan fasilitas umum hingga membuat masyarakat merasa terganggu.

“Mari kita bangkitkan rasa kebangsaan. Kita bangkitkan bahwa ini harus dijaga bersama. Tingkatkan persatuan dan jangan diperpengaruhi oleh oknum-oknum yang ingin mengganngu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbaunya.

RIJAL/NURSADAH