Target Pendapatan dan Belanja Pemkot Kendari Menurun di KUA PPAS Tahun 2020

59
Wali Kota Kendari Sulkarnain K saat menyerahkan KUPA PPAS Kota Kendari kepada Ketua DPRD Kota Kendari Subhan. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id,. Kendari – Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) Kendari menyampaikan rancangan kebijakan umum perubahan anggaran plafon prioritas anggaran sementara (KUPA-PPAS) perubahan anggaran tahun 2020, di ruang rapat paripurna DPRD Kota Kendari, Rabu (19/8/2020).

Dalam dokumen KUPA-PPAS dibacakan Wali Kota Kendari Sulkarnain, ada perubahan target anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD).

Pertama, target pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp1.583. 261.000.000, setelah perubahan dirasionalisasi menjadi Rp 1.331. 485 .000.000.

“Atau turun sebesar Rp 251.776.000.000,” ujarnya.

Kedua, kata Sulkarnain, target belanja daerah sebelum perubahan sebesar Rp 1.605.349.842.000, di perubahan dirasionalisasi menjadi Rp 1.360.108.000.000 atau turun Rp 245. 240.0 00.000.

Namun, anggaran pembiayaan daerah dalam dokumen rancangan KUPA-PPAS yang terdiri pembiayaan penerimaan dan pengeluaran ada perubahan. Dia menjelaskan, perubahan ini dalam rangka menutup defisit belanja.

“Pada awal APBD 2020 penerimaan pembiayaan daerah ditetapkan Rp 22.087. 000.000 mengalami perubahan menjadi Rp 28.623.000,” katanya.

Di dokumen KUPA-PPAS juga, Sulkarnain mengatakan Pemkot Kendari mengakomodir pembayaran kewajiban pada pihak ketiga yang belum terbayarkan pada tahun anggaran 2019. Pihaknya juga memasukkan rencana pinjaman ke PT SMI di 2021 mendatang untuk membiayai pembangunan rumah sakit, jalan, dan jembatan.

Baca Juga :  Radhan NA Gandeng Komunitas Offroad Gelar Baksos

Sulkarnain menjelaskan, penyusunan dokumen KUPA PPAS disusun berdasarkan hasil evaluasi perkembangan pelaksanaan APBD Kota Kendari sampai pertengahan 2020, di mana pemkot diperhadapkan pada pandemi Covid-19.

“Walaupun kita menghadapi tekanan yang cukup berat. Namun kita optimis Insyaa Allah wabah virus Covid-19 ini akan segera berlalu. Aktivitas ekonomi masyarakat perlahan-lahan akan bergerak kembali dalam tatanan kehidupan normal baru yang lebih produktif sehingga diharapkan perekonomian kota Kendari akan segera pulih kembali,” tuturnya.

KARSESMAN/ NURSADAH