Adakan Tarian Erotis, D’liquid Kendari Berpotensi Ditutup

181
Anggota DPRD Kota Kendari Arwin yang menyoroti adanya tarian erotis di Claro Hotel di tengah Pandemi Covid-19. (FOTO : KARSESMAN)

BeritaRakyat.id,. Kendari – Tarian erotis yang ditampilkan D’liquid Kendari di tengah pandemi virus corona atau covid-19 menuai kritikan. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan seluruh intansi terkait, kini tengah berupaya memberantas mata rantai penyebaran wabah yang mematikan itu, dengan menghindari kerumunan.

Namun, tempat hiburan yang ada di Hotel Claro Kendari itu seolah tak memperdulikan anjuran pemkot ntuk mengedepankan protokol kesehatan tersebut.

Dengan demikian, Anggota DPRD Kota Kendari, Arwin menegaskan, pihaknya akan mengecek izin tempat hiburan malam hotel berbintang tersebut. Jika tidak ada izinnya, maka dewan akan merekomendasikan pemkot untuk melakukan penutupan terhadap D’liquid tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan ultimatum dan pemanggilan kepada manejamen Claro untuk melakukan klarifikasi.

“Dari hasil klarifikasi tersebut apakah dilakukan sidak atau seperti apa,” ungkap Arwin, Minggu (31/08/2020).

Perlu diketahui, tambah Anggota Komisi II DPRD Kota ini, membuka tempat hiburan malam di tengah pandemi sangat melanggar aturan, karena berpotensi terjadinya cluster baru.

Baca Juga :  Manfaatkan Teknologi, UMKM Didorong Lebih Produktif di Tengah Pandemi

“Pasti warga akan berkumpul di situ (Liquid, red) dan barang pasti tidak ada penerapan protokol covid-19,” jelasnya.

Parahnya lagi, tambah Arwin, penampilan penari erotis di tempat hiburan malam itu merusak marwah masyarakat dan marwah Kota Kendari sebagai kota bertaqwa.

“Ini jelas-jelas melanggar, harus diberikan tindakan tegas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg Rahmingrum membantah jika dirinya memberikan rekomendasi untuk membuka tempat hiburan malam itu.

“Kecuali hotelnya, hanya saya sampaikan waktu itu, bisa dibuka tapi jika ada yang positif maka hotel claro akan ditutup kembali,” paparnya.

KARSESMAN/NURSADAH