Angka Kriminal di Kolaka Menurun Selama 2020

23
Suasana rilis akhir tahun di Polres Kolaka. (FOTO: YUSRI)

BeritaRakyat.id, Kolaka – Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa merilis sejumlah peristiwa yang terjadi selama 2020 di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra). Katanya, trend gangguan kamtibmas turun yakni 341 di  2019 turun menjadi 247 selama 2020.

Untuk trend empat kejahatan selama 2020, Saiful Mustofa menguraikan kejahatan konvesional mengalami penurunan dibanding  2019.

“Untuk kejahatan konvesional tahun 2019 sebanyak 311 kasus turun menjadi 215 kasus tahun 2020. Untuk trans nasional tahun 2019 sebanyak 26 kasus naik menjadi 30 kasus tahun 2020. Terhadap kekayaan negara sebanyak 4 kasus turun menjadi 2 kasus di tahun 2020,” beber Saiful di Aula Kemitraan Polres Kolaka, Kamis (31/12/2020).

Diuraikannya, indeks 10 kejahatan konvesional yang terjadi selama tahun 2020 ini banyak mengalami penurunan, hanya beberapa saja yang mengalami kenaikan.

“Kasus kriminal penganiayaan, penipuan, pengancaman, miras, pengrusakan mengalami penurunan, hanya curat naik dari 18 kasus menjadi 25 kasus, untuk curanmor dari 9 kasus naik menjadi 14 kasus dan KDRT dari 9 kasus naik menjadi 12 kasus sepanjang tahun 2020,” urainya.

Kasus narkoba sendiri, lanjutnya, mengalami kenaikan dari 26 kasus di 2019 lalu menjadi 30 kasus di 2020.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Rekayasa Jalan di Wakatobi, Sejumlah Dosen UHO Diduga Terlibat

“Dari hasil penangkapan tersebut, 35 orang tersangka telah kami amankan, dan kami juga mengamankan barang bukti sabu sebanyak 156,75 gram, dan sebanyak 114,50 gram tembako gorila,” ungkapnya.

Sementara kecelakaan lalu lintas, lanjutnya,  mengalami penurunan signifikan dari 152 turun menjadi 73 kasus.

“Ini juga karena adanya kesadaran masyakarat dalam mematuhi rambu lalu lintas, dan kami juga telah mengantisipasi dengan memasang tanda-tanda yang rawan terjadinya kecelakaan lalulintas,” katanya.

Ditambahkan, dalam perayaan tahun baru ini, Polres Kolaka siagakan 96 personel yang ditempatkan di beberapa titik yang berpotensi keramaian.

“Kami telah menyiapkan sebanyak 96 personel gabung mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri bersama tim gugus penanganan Covid-19 dalam perayaan malam tahun baru 2021,” tegasnya.

YUSRI/NURSADAH