Bulog Pastikan Stok Bahan Pokok Aman di Sultra

21
Ilustrasi stok beras disalah satu gudang Bulog. (Foto: Istimewa)

KENDARI – Menjelang hari raya Idul Adha 1441 H tahun 2020, Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan bahwa stok bahan pokok (Bapok) aman dan stabil.

Bererapa komoditi utama pangan masyarakat masih relatif stabil di gudang Bulog. Bahkan Bulog menawarkan harga yang terjangkau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Divre Bulog Sultra, Ermin Tora, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (29/7/2020).

Untuk komoditi beras, pihaknya mengklaim cukup hingga tiga bulan kedepan. Pasalnya stok beras Bulog Sultra masih ada sekitar 10 ribu ton.

“Stok ini masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sultra,” ungkapnya.

Selain beras, pihaknya juga memiliki stok gula dan mentega untuk pemenuhan kebutuhan jelang Idul Adha. Untuk memaksimalkan penyaluran, Bulog bekerjasama dengan Disperindag Sultra dalam menggelar pasar murah.

“Kami juga membuka gerai penjualan bahan pokok di depan kantor hingga Kamis 30 Juli 2020. Jadi masyarakat kalau butuh langsung beli aja disitu,” ujarnya.

Dia menuturkan, Bulog juga menyediakan terigu, minyak goreng dan bawang yang dijualkan dengan harga HET. Olehnya itu, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak khawatir dengan stok bahan pokok. Bulog masih tetap menjaga ketersediaan stok pangan di Sultra.

Baca Juga :  Ambil Formulir Pendaftaran, Anton Timbang Serius Maju Calon Ketua Kadin Sultra

Lanjutnya, permintaan bantuan untuk korban banjir tidak terlalu signifikan, sehingga tidak terlalu berpengaruh dengan stok pangan yang ada.

Kata dia, komoditi beras di Bulog, semuanya diserap di petani lokal Sultra,dari Konawe, Kolaka, Koltim, Konsel dan Bombana. “Jadi, kami hadirkan hasil produksi lokal semua dengan kualitas medium,” ucapnya.

Dia menambahkan, tingkat penyerapan beras membaik dibanding tahun sebelumnya, hal ini menunjukan tingkat produktifitas petani juga meningkat.

“Beras yang diserap Bulog masih fress dan kualitasnya baik, sehingga diharapkanmasyarakat juga bisa menerima komoditi tersebut. Kami juga terus mengoptimalkan serapan dari hasil produksi petani,” tutupnya. (**)

Sumber: Rakyat Sultra