Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Sultra Diwarnai “Hujan Batu”

106
Ribuan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di DPRD Sultra menolak UU Cipta Kerja berakhir ricuh dengan aparat kepolisian. (FOTO : ODEK)

BeritaRakyat.id,.Kendari – Ribuan pengunjukrasa dari elemen mahasiswa, organisasi buruh, termasuk dari elemen organisasi wartawan di DPRD Sultra yang semula beraksi damai berakhir ricuh dengan aparat keamanan. Aksi kericuhan ini, setelah sejumlah aksi melakukan pelemparan batu terhadap aparat kepolisian yang berjaga di gedung parlemen Sultra itu, Kamis (08/10/2020).

Dari aksi pelemparan batu dari pengunjukrasa tersebut membuat sejumlah ruangan berdinding kaca pecah dan bongkahan batu berserakan. Aksi pelemparan tersebut dihalau oleh aparat keamanan dan berusaha memukul mundur, hingga kericuhan tidak dapat terhindarkan.

Untuk membubarkan massa yang sudah ricuh tersebut, aparat kepolisian mengerahkan pasukan dan penggunaan water canon dengan gas air mata.

Baca Juga :  Disebut Jadi Ketua NasDem Kendari, SKI Tunggu SK DPP

Puncak kericuhan massa pendemontrasi itu terjadi sekitar pukul 15:30 Wita. Massa yang tetap bertahan untuk menunggu jawaban dari wakil rakyat di parlemen Sultra itu melempari petugas keamanan dengan batu. Dengan kesigapan aparat keamanan, massa berakhir dipukul mundur.

Sebelumnya Ketua DPRD Sultra Abd. Rahman Saleh telah menemui ribuan masa aksi tersebut, dan ikut mendukung apa yang menjadi tuntutan masa aksi.

ODEK