Dianggap Sukses Tangani Dampak Covid-19, Bupati Konsel Jadi Narasumber di Webinar UGM

107
Bupati Konsel Surunuddin Dangga (ketiga dari kiri) didampingi Sekda Konsel Syarif Sajang saat menjadi pembicara bersama pihak UGM atas keberhasilan penangan Covid-19 (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id,. Konawe Selatan – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) di anggap berhasil dalam menangani dan menanggulangi penyebaran covid-19, baik di awal penyebaran wabah maupun ketika tatanan kebiasaan hidup baru (New Normal) yang diterapkan kini. Keberhasilan yang dimaksud, yakni sukses memberlakukan sejumlah kebijakan, seperti penerapan protokol dan penanganan kesehatan maupun stimulus percepatan dan pemulihan ekonomi dan penyaluran jaring pengaman sosial.

Karena keberhasilan itu, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) mengapresiasi dengan mengundang Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga ST MM menjadi pembicara Webinar dengan tema ” Pengalaman Pemda Dalam Implementasi Kebijakan Penanganan Covid-19″.

Selain Bupati Konsel, webinar yang dipimpin Ketua Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) UGM, Prof Dr Muhadjir Darwin, ini juga melibatkan Bupati Kepulauan Talaud (Provinsi Sulawesi Utara) Elly Engelbert Lasut, Bupati Mimika (Papua) Eltinus Omaleng, Bupati Fak-Fak (Papua Barat) Dr Mohammad Uswanas.

Dalam webinar di ruang rapatnya,  Sabt (29/8/2020), Surunuddin menyampaikan bahwa pelaksanaan kebijakan penanganan wabah corona di Konsel fokus pada enam bagian program kerja yakni, gerakan masyarakat sehat dan cerdas, refocusing anggaran, bansos, kebijakan masa pandemi, penerapan new normal, dan inovasi daerah.

Dikatakan, sebelum covid menerpa, Pemda Konsel telah memiliki strategi sekaligus bagian dari langkah antisipatif dengan menerbitkan peraturan daerah (Perda), khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan  yang dituangkan dalam RPJMN 2016.

“Sebelum covid diumumkan, kita sudah gaungkan gerakan Konsel cerdas dan sehat ke masyarakat, yang dikuatkan dan dituangkan dalam Perda Nomor 32 Tahun 2013 tentang Mandara Mendidoha di bidang Kesehatan dan Pendidikan yang implementasinya berbasis Desa dan lingkungan. Sehingga ketika wabah, masyarakat tidak takut dan tetap beraktifitas seperti biasa dengan penerapan ketat protokol kesehatan,” jelasnya lagi.

Menurutnya, kebebasan beraktifitas juga untuk menjaga ketahanan pangan dan dampak lesunya ekonomi ditengah pandemi. Namun, pemda tetap mengontrol dengan melakukan pengendalian penyebaran wabah melalui deteksi, tracing dan isolasi, seperti melakukan rapid test di pasar-pasar dan ruang publik lainnya.

Baca Juga :  Dikunjungi Pangdam, Nenek Ini Dapat Bantuan Bedah Rumah dan Santunan Bulanan

Pada segi refocusing bagian tindak lanjut perintah Presiden RI Joko Widodo, lanjut Surunuddin, pemda memprioritaskan pada penanganan kesehatan dan dampak ekonomi serta penyediaan jaring pengaman sosial (social safety net).

“Antisipasi dan penanganan wabah, kita jadikan Rumah Sakit Konsel sebagai rujukan covid-19, dengan menyediakan APD pada masa pandemi di tengah stok langka dan harga mahal, serta optimalisasi fasilitas dan tenaga kesehatan baik di rumah sakit hingga tingkat puskesmas,” ungkapnya.

Sedangkan pada aspek jaring pengaman sosial, dirinya telah mendistribusikan Bansos sebanyak 54.263 paket sembako bagi masyarakat yang terdampak covid-19 di 25 Kecamatan, dan sudah menyalurkan 17.219 BST Kemensos, BLT DD pada 336 Desa. Juga telah menyerahkan 200 paket sembako bantuan dari Pemerintah Provinsi Sultra kepada 60 KK yang melakukan isolasi mandiri.

Adapun kebijakannya di masa pandemi, ia mengatakan, pemda fokus mengoptimalkan pada sektor kesehatan, pertanian dan perdagangan. Dengan target pencapaian hasil diprioritas pada ketahanan pangan, ketahanan imun dan ketahanan Iman.

“Sedangkan di masa new normal saya menerbitkan Perbup nomor 443.1/216 tentang panduan pencegahan dan penularan covid-19 di bidang pelayanan publik dan di bidang pendidikan,”tambahnya.

Menutup paparannya, di bidang inovasi daerah, mantan Ketua DPRD Konsel ini menyatakan bahwa untuk menghindari kontak langsung pengurusan perizinan, pemda bekerjasama dengan sertifikat IOTENTIK berbasis email untuk supporting mekanisme penandatanganan dokumen pada dinas perizinan.

Selain itu, tandasnya, teranyar bersama TNI-POLRI bersinergi mengimbau secara masif kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus konsisten, disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker saat beraktifitas atau di ruang publik melalui pencanangan gerakan “Konsel Bermasker”.

Sementara itu, Ketua Prodi MKID UGM, Prof Muhadjir di kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas kebijkan Pemda Konsel dalam mengantisipasi penularan wabah.

“Terima kasih atas informasi yang disampaikan, dengan harapan dapat bermanfaat bagi masyarakat, menjadi garda terdepan dan dijadikan pembelajaran bagi daerah lain cara penanganan yang jelas dan tepat sasaran agar pandemi dapat diantisipasi dan ditekan penularannya,” ujar Muhadjir.

AKBAR/ NURSADAH