DPP LAT Minta Pelaku Penjarahan Benda-benda Purbakala di Kolut Ditindak Tegas 

173
Ketua Hukum Ham dan Humas sekaligus KIDPP LAT Sultra Khalid Usman SH MH

BeritaRakyat.id, Kendari – Dewan Pinpinan Pusat (DPP) Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyayangkan adanya penjarahan benda-benda purbakala oleh sekelompok masyarakat  di gua yang ada di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

“Kami sangat menyangkan terhadap oknum-oknum masyarakat  yang melakukan pengambilan dan penggalian  beberapa benda-benda  yang ada di dalam gua yang menurut kami itu adalah peninggalan sejarah orang Tolaki yang ada di sana,” ucap Ketua Hukum Ham dan Humas DPP LAT Sultra Khalid Usman SH MH, saat ditemui, Senin (11/01/2021).

Harusnya, lanjut dia, benda pusaka yang ditemukan tersebut dilaporkan ke pemerintah setempat untuk kepentingan penelitian  generasi-generasi penerus, bukan  untuk dimiliki apa lagi diperjualbelikan  di media sosial.

“Seharusnya menurut Undang-Undang (UU) benda pusaka yang ditemukan itu mereka laporkan di pemerintah atau kepolisian untuk dijadikan bahan penelitian, dimuseumkan dipelihara agar ke depan generasi orang Tolaki mengetahui ada hal  apa di sana sebenarnya,” jelasnya.

Hal ini juga, jelas dia, sesuai dengan amanat UU  nomor 11 tahun 2010  tentang cagar budaya.

Untuk itu, Ketua YLBH Ana Wonua  ini juga meminta kepada penegak hukum dan pemerintah segera mengambil sikap tegas terhadap oknum-oknum masyarakat yang melakukan penjarahan barang-barang purbakala tersebut. Hal ini untuk menghindari keresahan di masyarakat khususnya masyarakat Suku Tolaki.

Baca Juga :  JaDI Sultra Meminta Prioritaskan Tes Massal Terhadap Tujuh Daerah Pilkada

“Kami dari DPP Lembaga Adat Tolaki sangat mengharapkan pihak kepolisian Kolaka Utara dan Pemerintah Kolaka Utara terutama di dinas pendidikan dan kebudayaan untuk segera membentuk tim penelitian yang terdiri dari DPP LAT ahli Antropologi dan ahli hukum  termasuk segera menangkap dan menahan orang-orang yang sudah diduga itu,” harapnya.

Dalam waktu dekat ini, tambah dia, untuk ikut menjaga dan melestarikan benda-benda purbakala tersebut, DPP LAT akan menurunkan tim untuk melakukan kajian dan penelitian terhadap benda purbakala yang ada di Kolut itu.

Sementara itu, Waksekjen DPP LAT Sultra Sutamin Rembasa mengatakan, dalam rangka mengamankan situs sejarah dan cagar budaya, ke depan pihaknya akan meminta pihak legislatif melahirkan peraturan daerah (perda) tentang cagar budaya.

“DPP LAT, mendorong anggota legislatif provinsi maupun kabupaten)kota untuk melahirkan perda perlindungan benda cagar budaya,” singkatnya.

ODEK/NURSADAH