DPRD Kendari Agendakan Reses Pekan Depan, Protokol Kesehatan Diutamakan

13

BeritaRakyat.id, Kendari – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari akan menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat mulai pekan depan.

Ketua DPRD Kota Kendari Subhan mengatakan, pelaksanaan reses kali ini agak berbeda dari tahun sebelumnya karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Sesuai hasil rapat badan musyawarah di lembaga legislatif ini, jumlah peserta reses dibatasi dengan menaati protokol kesehatan, wajib pakai masker, serta duduknya pun berjarak (Physical Distancing).

Namun demikian, pelaksanaan reses DPRD Kota Kendari tetap melibatkan masyarakat untuk mencapai solusi dan pembangunan pada gagasan apa yang diinginkan masyarakat.

“Insya Allah minggu depan kami akan turun reses menemui warga untuk mendengar dan menerima aspirasinya. Pada intinya aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan kita terima meski resesnya agak berbeda,” ucap Subhan, Rabu (04/11/2020).

Politisi PKS ini menuturkan, dalam kegiatan reses tersebut akan diisi dengan sosialisasi terkait bagaimana cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih peduli dalam hal menjaga diri, keluarga maupun lingkungan sekitar agar penyebaran virus ini tidak menimbulkan implikasi yang lebih luas ke masyarakat.

Baca Juga :  Bertepatan Hari Adat, Pelantikan Pengurus JMSI Jambi Ditunda

“Protokol kesehatan kita utamakan. Kita harapkan anggota dewan dapat memberikan pemahaman kepada warga agar disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak agar terhindar dari virus corona,” jelasnya.

Lebih lanjut , ia menjelaskan, reses kali ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai mengumpulkan warga di suatu tempat dengan jumlah terbatas, hanya melibatkan perwakilan warga masing-masing Ketua RT dan RW serta karang taruna atau juga secara door to door dilakukan. Reses yang akan dilaksanakan itu sangat penting, karena dapat melihat langsung apa yang menjadi masalah atau keluhan masyarakat.

“Banyak motode yang akan dilakukan dalam menjemput aspirasi masyarakat. Tinggal kita lakukan seperti apa untuk tidak menimbulkan orang banyak,” tutupnya.

ODEK/NURSADAH