DPRD Sultra Minta Insentif Guru Honorer  SMA Dinaikkan

21
Anggota Komisi III DPRD Sultra La Ode Tariala

BeritaRakyat.id, Kendari – Kebijakan Umum Anggaran  Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Sultra 2021, tengah dibahas dan disusun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Dalam rapat pembahasan, Kamis (17/12/2020),  Anggota Komisi III DPRD Sultra, La Ode Tariala menyampaikan agar insentif guru honorer di Sekolah Menengah Pertama (SMA) dinaikkan. Pasalnya, saat ini para tenaga honorer ini hanya mendapat upah Rp400.000 per bulan.

“Mari kita berpikir objektif kira-kira wajar seorang guru honorer mengajar penuh selama satu bulan namun hanya digaji Rp400.000 per bulan,” kata Tariala dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh itu.

Perlu diketahui, tambah Politisi NasDem ini, guru-guru berupaya dalam mengembangkan dan memajukan anak bangsa, sehingga bisa bersaing atau berkembang seperti daerah atau negara lain. Sehingga, sangat disayangkan bila keringat mereka hanya dihargai Rp400.000 per bulan.

Baca Juga :  Polda Jateng Bekuk 66 Pelaku Penimbunan dan Pengoplosan Puluhan Ton BBM Bersubsidi

“Hari ini kita menjadi wakil rakyat karena berkat perjuangan guru-guru yang mendidik kita,” ujarnya.

Anggota DPRD Daerah Pemilihan Muna, Muna Barat, dan Buton ini pun menegaskan, insentif guru honorer harus dinaikkan dan harus menjadi skala prioritas di APBD 2021 mendatang.

ODEK/NURSADAH