Dugaan Korupsi Rekayasa Jalan di Wakatobi, Sejumlah Dosen UHO Diduga Terlibat

212
Salah satuvruas jalan di Kabupaten Wakatobi Prov Sultra. (FOTO : INT)

BeritaRakyat.id, Kendari – Dugaan korupsi pekerjaan rekayasa jalan lalu lintas di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara terus didalami pihak kejaksaan. Selain pihak Dinas Perhubungan Sultra, sejumlah dosen Universitas Halu Oleo (UHO) yang ikut terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut juga telah diperiksa.

Hal ini dibenarkan ketua LPPM UHO La Aba. Namun, ia mengaku bahwa UHO sebagai instansi pelaksana kegiatan proyek itu, telah menyelesaikan pengerjaannya sejak awal 2018 silam.

“Karena laporannya ada, kegiatannya ada. Ternyata setelah ditelusuri sama kejaksaan ada permasalahan di dalamnya,” akunya.

Diakuinya, selain kejaksaan, pihak Inspektorat Sultra juga telah melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.

“Sekarang ini sebenarnya sudah dalam tahap pengembalian. Itu ada yang disebutkan beberapa dalam LHP (laporah hasil pemeriksaan),” ungkapnya.

Kata dia, dalam LHP tersebut, terdapat beberapa nama oknum dosen UHO yang merupakan tim teknis harus mengembalikan kerugian negara.

Baca Juga :  Belajar Tatap Muka di Konsel Belum Terjadwal

“Ada beberapa yang terlibat dalam tim, ya, dosen-dosen di sinilah. Di situ disebut oknum dosen,” jelasnya.

Saat mencoba diklarifikasi ke Kejati Sultra terkait kasus tersebut, rupanya tak ada petugas yang dapat dimintai keterangan.

“Lagi ke luar daerah semua,” kata Humas Kejati Sultra, Yudi Kristianto, Jumat (13/11/2020).

Sebelumnya, Kepala Dishub Sultra Hado Hasina menerangkan, dirinya siap mengembalikan kerugian negara jika diminta demikian.

“Pada dasarnya saya siap untuk mengembalikan kerugian negara,” ungkapnya.

ODEK/NURSADAH