Dukung Perwali Nomor 27 Tahun 2020, Tapi Anggota DPRD Ini Ingin THM Tetap Buka

134
Anggota DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id,. Kendari – Peraturan Walikota Kendari Nomor 27 Tahun 2020 tentang pemberian sanksi kepada warga Kota Kendari yang tidak mematuhi protokol kesehatan terjadi pro dan kontra di lembaga parlemen Kendari. Ada yang mendukung tapi ada pula yang menganggap perwali tersebut tidak efektif.

Namun, salah satu anggota DPRD Kendari, La Ode Rajab Jinik, memiliki sikap yang berbeda terhadap perwali tersebut. Ia mengaku mendukung, hanya saja ada yang tidak disepakati dalam point penutupan Tempat Hiburan Malam (THM).

“Saya dukung perwali tersebut, akan tetapi THM ditutup saya tidak sepakat. Seharusnya evaluasi dari tim gugus tugas itu ditampilkan jika cluster baru munculnya dari THM maka itu yang ditutup sementara, ” ujar Rajab, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (08/09/2020).

Disebutkan, sesuai dengan perwali tersebut, akan ada pemberian sanksi bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker. Selain itu akan diterapkan pemberlakuan jam malam mulai pukul 22.00 WITa sampai 04.00 WITa. Dengan demikian THM yang ada di Kota Kendari akan ditutup.

“THM merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbanyak di ibu kota provinsi ini. Kalau THM ditutup, itu sumber kemunduran New Normal pertumbuhan ekonomi Kota Kendari, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Satu-Satunya di Sultra, Konsel Terbaik Nasional Cegah Korupsi

Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona tersebut, menurutnya, yang penting adalah memperketat protokol kesehatan standar covid-19.

THM sendiri, aku dia, sudah mematuhi semua protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Masyarakat juga ketika masuk di THM telah disiapkan penyemprotan disinfektan, masker dan alat tes suhu tubuh.

Hal lain yang bisa dilakukan pemkot untuk mencegah wabah Corona adalah kembali mengfungsikan penjagaan di perbatasan-perbatasan yang ada di Kota Kendari. Warga yang masuk di Kota harus memperlihatkan bukti rapid test atau hasil swabnya.

“Itu yang terjadi selama ini, jangan sampai selama ini kita mengimpor penyakit dari kabupaten atau daerah lain atau sebaliknya, jangan sampai kita juga yang mengekspor penyakit di kabupaten lain,” tandasnya.

ODEK/NURSADAH