Dukung Program Kementan, Pemkab Konsel Siap Bangun Pertanian Mandiri dan Modern

42
Sekda Konsel H Sjarif Sajang bersama sejumlah pejabat lingkup Pemkab Konsel saat mengikuti rakernas virtual yang diadakan kementan. (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menggelar rapat kerja nasional (rakernas) secara virtual, Senin (11/01/2021). Rapat yang membahas program pertanian 2021 ini dibuka langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, pentingnya pembangunan komoditas pertanian dijalankan secara menyeluruh dengan tuntas, agar distribusi dan kesediaan pangan terpenuhi dan berjalan lancar.

Ini sangat beralasan karena menurut Jokowi, sektor pertanian berada di posisi sentral yang terus berproduksi meski di tengah pandemi Covid-19.

“Urusan pangan harus kita seriusi sedetail mungkin, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki, termasuk memaksimalkan potensi pangan lokal di masing-masing wilayah yang berdampak signifikan pada peningkatan produktivitas, sekaligus demi mewujudkan ketahanan pangan dan kebutuhan ekspor,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo juga memaparkan, sektor pertanian mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

“Untuk itu, agar semua pihak turut berpartisipasi dalam mencapai sasaran umum kebijakan ini demi terwujudnya pertanian yang maju, mandiri dan modern,” tukasnya.

Baca Juga :  Sultra Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan Muktamar IMM Ke-19

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Selatan (Konsel) H Sjarif Sajang yang juga mengikuti rapat virtual itu menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh seluruh program kerja yang ditetapkan pihak kementan, dengan arah kebijakan pembangunan pertanian yaitu pertanian maju, mandiri, dan modern.

“Tentunya kita support program kerja yang digulirkan kementan, dalam rangka pemenuhan ketahanan pangan hingga nilai tambah eksport dengan memperhatikan tingkat kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” terang Sjarif.

Salah satu cara meningkatkan pembangunan dan ketahanan pangan, sebutnya, dengan mengembangkan serta mengoptimalkan sumber pangan lokal yang ada di daerah Konsel selain beras, seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian.

“Upaya diversifikasi non beras ini untuk menghindari kekurangan pangan dan menekan dampak negatif sosial ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat di tengah pandemi corona,” pungkasnya.

AKBAR/NURSADAH