Empat Massa Aksi Demo Ricuh Dipulangkan,  Polisi Tetap Selidiki Pelaku Perusakan

337
Aksi unjuk rasa di Kendari yang menyebabkan kericuhan. (FOTO: ODEK)

BeritaRakyat.id, Kendari – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggra (Sultra) sempat mengamankan empat massa aksi yang diduga terlibat dalam demo ricuh, Kamis (17/09/2020). Namun, mereka telah dipulangkan ke keluarga masing-masing.

“Aksi yang kemarin itu, empat orang yang kita tahan kita sudah pulangkan di keluarganya, karena tidak ditemukan adanya keterlibatan,” ucap Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan, saat dikonfirmasi melalui sambungam telepon,  Jumat (18/09/2020).

Sementara, dua anggota polisi yang luka-luka akibat aksi anarkis massa aksi tersebut, katanya, masih mendapat perawatan  dan harus menjalani operasi akibat terkena lemparan benda keras.

“Anggota kami yang luka itu rencananya mau dioperasi mas, karena ada keretakan di pipi dengan di rahang,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, pihakanya masih terus melakukan  proses penyelidikan terhadap para pelaku perusakan saat aksi demo itu berlangsung.

“Sekarang kita masih laksanakan lidik, pendalaman mas, siapa-siapa pelaku dari perusakan ini atau pelemparan batu kepada anggota kami,” ungkapnya.

Sedangkan soal tuntutan massa aksi yang meminta Kapolda Sultra agar segera menuntaskan kasus penghinaan Suku Tolaki di sosial media, akunya, saat ini masih terus diproses, namun butuh kehati-hatian.

“Itu ada berapa kasus, kalau bukan tiga ada empat di ciber crime itu, masih diproses semua. Ada yang sudah proses lanjut, kasus Sara itu kan harus diselesaikan di lanjutkan karena itu laporan, cuman kita harus hati-hati menangani kasus sara ini,” katanya.

Baca Juga :  Terima DAU Rp151 Juta, Kelurahan Potoro Genjot Peningkatan Jalan Lingkungan

Selain itu yang menjadi hambatan di proses kasus tersebut, juga kata dia, rata-rata penghina suku Tolaki di sosial media menggunakan akun palsu, sehinga pihaknya harus mememinta bantuan kepada Bareskrim Polri.

“Kesulitanya akun-akun bodong ini, ada beberapa kasus, sekarangkan alat nggak ada mas, alatnya adanya di Bareskrim, makanya kami minta bantuan ke Bareskrim, Bareskrim mau minta bantuan lagi ke Facebook makanya agak lama,” tutupnya.

Diketahui, sebelumnya puluhan organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung  dalam Tolaki Mepokoaso mengelar aksi di perempatan lampu merah Wuawua Kota Kendari. Mereka meminta Kapolda Sultra segera menuntaskan kasus penghinaan Suku Tolaki, namun kemudian berlaku anarkis hingga sejumlah fasilitas umum rusak dan massa aksi terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

ODEK/NURSADAH