GPPI Sultra Kecam Sikap Represif Polri Atas Perusakan Kantor dan Penangkapan Kader

150
Ketua GPPI Sultra Muh Apriadi (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id, Kendari РPerusakan kantor dan penangkapan kader Gerakan  Pemuda Islam Indonesia (GPPI) di Jalan Menteng Raya Nomor 58 Jakarta, Selasa (13/10/2020), disayangkan seluruh pengurus GPPI di Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra). Terlebih, tindakan represif itu diduga dilakukan anggota kepolisian yang tidak menunjukkan pengayoman kepada masyarakat.

“Kami kader GPPI sangat menyayangkan aksi brutal yang dilakukan anggota Polri dalam melakukan pemgamanan atas aksi demonstrasi yang terjadi di sekitar Menteng Raya yang berakhir ricuh. Pada saat chaos sekelompok demonstran mengamankan diri di Kantor PP GPII. Namun di luar dugaan, kantor PP GPII pun jadi targer tembakan gas air mata,¬† pengrusakan dan penangkapan sejumlah Kader PII dan GPII,” ujar Ketua GPPI Sultra Muhammad Apriadi kepada media ini, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, tindakan represif dan tidak bermoral yang ditunjukkan anggota Polri itu kesannya biadab dengan adanya penganiayaan hingga kader GPPI berlumuran darah. Semestinya selaku pengayom dan pelindung masyarakat, tindakan arogansi polisi tidak ditunjukkan dengan model seperti ini.

Baca Juga :  Temukan Rumah Nyaris Tertimbun Longsong, Ketua Komisi II DPRD Kendari Harap Pemerintah Proaktif

“Kami minta kepada Kapolri untuk mendindak tegas terhadap aparatnya yang telah melakukan pengrusakan atas kantor, penangkapan dan penganiyaan. Selain itu kami juga meminta Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan atas tindakan represif anggota Polri terhadap GPPI,” katanya.

Apriadi mengaku, atas tindakan kepolisian tersebut,  GPII Sultra mengecam atas tindakan aparat kepolisian yang telah merusaki Markas Besar PP GPII dan menangkap sejumlah kader PII dan GPII, yang mana para kader sedang melaksanakan dan menyusun agenda-agenda pengkaderan dan kepemudaan di tubuh GPII itu sendiri.

“Kami juga meminta kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo, kiranya atas pembiaran perlakukan reprsif polisi, Pak Kapolri dapat dicopot dari jabatannya,” tandasnya.

HERMANNURSADAH