Gunakan Jalan Umum, PT Baula Terancam Dihearing DPRD Konsel

204
Anggota DPRD Konsel Isran Jaya Ramli (FOTO: AKBAR)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Penggunaan jalan umum di Desa Wundumbolo Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara sebagai jalan hauling perusahaan tambang nikel PT Baula Petra Buana, disoroti anggota DPRD setempat.

Salah satu Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara, Isran Jaya Ramli, mengaku telah mendapat keluhan  masyarakat mengenai penggunaan jalan umum tersebut.  Ia berharap ada ketegasan dari pemerintah setempat untuk menindak perusahaan tambang nikel itu, karena menggunakan jalan umum sebagai jalan hauling.

“Harus ada ketegasan dari pemerintah daerah terkait masalah ini, ” kata Isran, Senin (12/19/2020).

Penggunaan jalan umum sebagai jalan hauling, kata Isran, tentu membuat masyarakat setempat terganggu dan tentunya melanggar aturan. Pool Bahkan
rawan menyebabkan kecelakaan.

“Aktifitas tersebut sangat membahayakn jiwa pengendara, apalagi roda dua,” ucapnya.

Baca Juga :  Belum Ada Pengurus KONI dan Pengcab, Begini Penegasan Bupati Konsel

Ditegaskan, bila pihak PT Baula tetap menggunakan jalan itu, maha pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan mengundang perusahaan tersebut untuk dimintai penjelasan.

Selain itu, Jupriadi yang merupakan warga setempat mengungkapkan jalan yang digunakan sebagai jalan hauling perusahaan itu adalah jalan umum sejak 1980. Namun, 2018 lalu pihak PT Baula menggunakan jalan tersebut untuk kegiatan perusahaannya.

“Sepengetahuan saya, ini jalanan umum yang menghubungkan dua desa yaitu Lapoa dan Lapoa 2 dan jalan tersebut di pakai Baula selama masuk menambang di Wundumbolo pada tahun 2018, ” pungkasnya.

AKBAR/NURSADAH