Hadiri Pendaftaran Cakada di KPU, Sekda Konsel Disorot KIPP

489

BeritaRakyat.id,. Konawe Selatan – Kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, Syarif Sajang, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konsel saat pendaftaran bakal calon kepala daerah (Cakada), disoroti lembaga pemantau dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) setempat.

Ketua KIPP Konsel Hajarudin mempertanyakan kehadiran Sekda Konsel di KPU pada saat pendaftaran pasangan calon kepala daerah itu dalam kapasitas apa. Kehadirannya pun dinilai melanggar PP 53 Tahun 2010 Tentang Displin ASN, dan PP 42 tahun 2004, tentang Korps ASN.

“Atas kehadiran Sekda Konsel saat menghadiri pendafaran pasangan calon bupati dan wakil bupati diduga telah melanggar. Kami sementara mengumpulkan bukti untuk kami teruskan ke Bawaslu Konsel,” ujar Hajarudin, kepada media ini melalui sambungan telepon, Senin (07/09/2020).

Dijelaskan, pemantauan yang dilakukan KIPP di KPU, saat pelaksanaan hari pertama pendaftaran cakada 4-6 September pekan lalu, Sekda Konsel hanya di pendaftaran calon Petahana, Surunuddin – Rasyid.

“Itu yang kami lihat, karena keterbatasan ID Card dari KPU untuk pemantau dari KIPP, sehingga dua paslon lain saat daftar kami tidak melihat pa sekda. Karena itu kami mendorong Bawaslu untuk mengklarifikasi kehadiran sekda tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Aanggota Bawaslu Konsel Awaludin AK membenarkan adanya laporan dari KIPP tersebut.

Baca Juga :  Polda Sultra Didesak Tangkap Pemilik Tiga Kapal Tongkan Bermuatan Ore Nikel Tanpa Dokumen

“Tetapi laporan tersebut masih sebatas lisan, belum dilaporkan secara resmi. Namun demikian atas laporan itu, kami juga sebagai pengawas pemiliu kami telah menelaah kehadiran sekda bersama Forkopimda Konsel lainnya,” ujarnya, dihubungi terpisah.

Namun demikian, Awaludin membantah bila Syarif Sajang disebut hanya hadir di pendaftaran Surunuddin – Rasyid. Sebab, ia melihat langsung pendaftaran pasangan lainnya yaknj Muh Endang – Wahyu dan
Rusmin Abdul Gani – Senawan Silondae, juga dihadiri.

“Karena Bawaslu hadir saat pendaftaran semua calon bupati dan wakil bupati di KPU, jadi kami melihat langsung dan mendokumentasikan kehadiran Sekda Konsel. Jadi bukan di salah satu paslon saja,” akunya.

Ditambahkan, kehadiran Sekda Konsel juga telah diklasifikasi pihaknya ke KPU apakah kehadirannya itu sebagai undangan mewakili pemda. Dari klarifikasi tersebut dijelaskan bahwa KPU tidak mengundang, tetapi menyampaikan kepada pemda terkait jadwal tahapan pendaftaran cakada di KPU Konsel.

“Kalau ini ada pelanggaran kami masih melakukan pengkajian dan telah melaporkan di pimpinan kami di Bawaslu provinsi,” tandasnya.

AKBAR/NURSADAH