Jadi Tersangka Penganiayaan, Kades Waworano Segera Diperiksa

1431
Kepala Desa Waworano Suleman yang menjadi tersangka dan ditahan Polres Konsel atas tindak pidana penganiyaan kepada warganya sendiri. (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id,.Konawe Selatan – Penyidik Polres Konawe Selatan (Konsel)  Sulawesi Tenggara telah menetapkan Kepala Desa  Waworano Kecamatan Kolono, Suleman, sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana  penganiyaan. Sang kepala desa (Kades) dianggap terbukti menganiaya korban, Kasidarni, yang tidak lain adalah warganya sendiri.

“Iya kasus penganiyaan oleh Kepala Desa Waworano telah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 29 Oktober 2020. Selanjutnya akan dilakukan pemanggilan tersangka untuk dibperiksa,” ujar Kapolres Konsel AKBP Erwin Pratomo SIK kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Kamis (29/10/2020).

Perwira dengan dua bunga melati di pundak itu mengaku, jadwal pemanggilan tersangka untuk diperiksa oleh penyidik di Mapolres Konsel yakni, Senin (2/11/2020). Surat panggilan tersangka akan dilayangkan besok, Jumat (30/10/2020).

“Jadi nanti hari Senin penyidik memeriksa Kepala Desa Waworano sebagai tersangka. Perkembangan selanjutnya akan dikabari,” tandasnya.

Sementara itu Kasidarni selaku korban penganiyaan Kades Waworano, kepada media ini mengaku sudah diperiksa polisi sebagai korban. Ia telah menunjukkan bukti-bukti berupa hasil visum dari Puskesmas Kolono, juga bukti lainnya.

Baca Juga :  Lantik dan Hadiri Pengukuhan LA Center, Ini Pesan Duo Abunawas

“Saat ini saya sudah tidak tinggal di rumah dan menghindar terus dari kampung karena takut. Harapan saya kades yang telah menganiaya untuk segera diproses dan ditahan,” kata Kasidarni melalui sambungan telepon.

Diketahui, penganiayaan yang dilalukan oknum kades tersebut, diduga terkait tahapan penyelenggaraan Pilkada Konsel yakni perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Waworano. Dalam tahapan itu, anak sang kades yang juga ikut mendaftar tidak diakomodir oleh korban selaku Ketua PPS Waworano. Km

Karena anaknya tidak diakomodir, kades itu diduga kecewa  dan Kasidarni yang juga menjabat sebagai Ketua RT di Desa Waworamo dipecat. Pemberhentian secara sepihak Kasidarni sebagai Ketua RT itu kemudian diberitakan sejumlah media.

Diduga karena keberatan dengan pemberitaan di media, Suleman kemudian menganiaya Kasidarni, Kamis (22/10/2020) malam. Ia pun dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kolono.

AKBAR/NURSADAH