Juru Bicara Adat Minim, DPD LAT Konsel Bakal Gelar Pelatihan

152
Ketua DPD LAT Konsel Drs Syawal Silondae

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Keberadaan juru bicara adat (Tolea Pabitara) penting dalam seluruh kegiatan atau hajatan suku Tolaki. Namun belakangan, keberadaan Tolea Pabitara ini sudah minim, bahkan dalam setiap kecamatan paling menyisahkan satu sampai dua orang atau bahkan tidak ada.

Minimnya juru bicara adat itu, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) membuat Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Adat Tolaki (DPD LAT) setempat mengagendakan untuk menggelar pendidikan dan latihan Tolea Pabitara, dengan menghadirkan peserta dari masing-masing desa dan kecamatan.

“Kami akui, keberadaan juru bicara adat Tolaki di Konawe Selatan sangat minim. Padahal keberadaanya sangat dibutuhkan dalam setiap hajatan. Baik itu di perkawinan, kematian dan hajatan adat lainnya. Bahkan dengan minimnya Tolea Pabitara ini membuat hajatan sering tertunda, karena menunggu waktu dan jadwal kosong Tolea yang ada,” ujar Ketua DPD LAT Konsel Syawal Silondae kepada media ini, Jumat (30/10/2020).

Menurut mantan anggota DPRD Kendari itu bahwa untuk melahirkan juru bicara adat di sejumlah kecamatan dan desa se-Konsel itu, pihaknya telah bersurat kepada semua camat untuk melakukan pendataan dan menyiapkan kader yang akan diikutkan dalam pendidikan dan pelatihan Tolea Pabitara.

Baca Juga :  ASN Diimbau Netral, Surunuddin: Kalau Mau Mendukung Cukup di Bilik Suara

“Kami agendakan di awal tahun 2021 DPD LAT Konsel akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Konsel agar dilaksanakan pendidikan dan pelatihan tolea pabitara,” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Daerah Konsel H Syarif Sajang mengaku mendukung program DPD LAT untuk melaksakan pendidikan dan pelatihan juru bicara adat. Untuk itu pemerintah bakal mengalokasikan anggaran untuk kegiatan itu, termasuk bakal menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah adat Tolaki.

“Kami pemerintah tentunya sangat mendukung kegiatan DPD LAT. Terlebih lagi keberadaan juru bicara adat di Konsel atau di daerah lain yang berpenduduk komunitas Tolaki sangat minim. Anggarannya akan disiapkan jika diajukan oleh DPD LAT,” ungkapnya beberapa waktu lalu kepada media ini.

AKBAR/NURSADAH