Kampanyekan Calon Bupati, Camat di Konsel Terancam Nonjob

2657
Plt Bupati Konsel Arsalim Arifin (Kanan) bersama Kabag Hukum Setda Konsel Mujiono di salah satu kegiatan. (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Konawe  Selatan –  Pelaksana  tugas (Plt) Bupati Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara, Arsalim Arifin, telah mewanti-wanti  agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahnya tidak terlibat politik praktis di momen Pilkada ini. Namun, masih saja ada oknum yang mencoba melanggar larangan tersebut.

Baru-baru ini, dua kepala wilayah kecamatan (camat) di Konsel dilaporkan ke pihak badan pengawas pemilu (Bawaslu) setempat karena diduga mengkampanyekan salah satu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Konsel.

Menyikapi hal itu, Arsalim menyatakan akan menindak tegas pejabat tersebut. Bahkan ia mengaku akan menonjobkan camat dimaksud bila sudah status terperiksa di bawaslu.

“Saya dengan tegas, jika ada ASN apalagi dia itu punya jabatan yang dilaporkan di bawaslu di Pilkada Konsel dan sudah dalam proses pemeriksaan, maka tindakan yang harus ditegakkan adalah menonjob pejabat yang dimaksud,” ujar Arsalim, kepada media ini, Jumat (02/10/2020).

Menurut Arsalim, terkait penindakan tegas atas ASN atau pejabat yang terlibat  mendukung salah satu pasangan calon sangat jelas aturannya. Untuk itu dalam setiap kesempatan selalu diingatkan, ASN baik yang memiliki jabatan atau tidak, termasuk kepala desa untuk netral.

Baca Juga :  Radhan NA Gandeng Komunitas Offroad Gelar Baksos

“Kalau ASN dan menduduki jabatan yang terlapor dan sudah dalam proses di bawaslu akan kita non aktifkan. Jika rekomendasi bawaslu menyebutkan bahwa yang bersangkutan terbukti dan akan ditindak lanjut ke Komisi ASN,  maka pejabat yang dimaksud akan diganti,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Konsel, Hasni mengakui adanya laporan masyarakat terkait dua pejabat yang tidak netral dalam Pilkada tersebut, namun tak disebutkan identitasnya. Katanya, laporan masyarakat itu dalam bentuk  percakapan melalui  WhatsApp (WA) Grup dan melalui rekaman video yang mengandung ajakan kepada kepala desa untuk memenangkan salah satu pasangan calon kepala daerah di Konsel.

“Iya kami sudah menerima laporan masyarakat tersebut dan masih dipelajari untuk diproses. Pelapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan, setelah itu baru diklarifikasi kepada pejabat yang dilaporkan,” ujar Hasni melalui pesan singkat WA.

AKBAR/NURSADAH