Kerugian Negara Dikembalikan, Penanganan Kasus Rekayasa Lalin Tetap Jalan

37
Kasipenkum Kejati Sultra Herman Darmawan (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Kendari – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap menindaklanjuti penanganan kasus dugaan korupsi rekayasa lalu lintas (lalin) di Kabupaten Wakatobi, walaupun kerugian negara telah dikembalikan penanggungjawab proyek tersebut.

Kepala Seksi Penegakan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sultra Herman Darmawan menjelaskan, terkait pengembalian kerugian negara di proyek rekayasa lalin ini adalah wewenang pihak Inspektorat Sultra.

“Tapi kalau kejaksaan memberikan solusi mengembalikan kerugian negara, kalau itu saya rasa ngga. Tidak ada itu dari kejaksaan,” jelas Herman, Selasa (18/11/ 2020).

Terkait kerugian negara dalam kasus tersebut, katanya, kejati telah menyerakan kepada Inspektorat Sultra yang kemudian menemukan ada pembayaran tidak wajar dalam proyek lalin tersebut.

“Saya nda bisa menyampaikan secara detail pembayaran tidak sesuai ketentuan, karena kami disampaikan hanya sebatas itu. Laporan Inspektorat kini telah diterima tim penyelidik untuk menelaah dan hasilnya akan dilaporlan ke pimpinan,” jelasnya.

Baca Juga :  Isu SARA Mulai Marak di Konkep, Tokoh Masyarakat Imbau Warga Tak Terprovokasi

Ia menegaskan, status hukum kasus ini berjalan sesuai prosedur.

“Untuk saat ini proses penyelidikan tetap berjalan pengumpulan data dan pengumpulan keterangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra Hado Hasina selaku penanggungjawab proyek ini mengaku telah diperiksa pihak kejaksaan terkait kasus rekayasa lalin di Wakatobi.

Dalam pemeriksaan, mantan Pj Wali Kota Baubau ini mengaku diminta oleh Kejati Sultra untuk mengembalikan kerugian negara.

“Kita sudah diperiksa dan ada solusi diberikan kejati untuk mengembalikan kerugian negara. Pada dasarnya saya siap untuk mengembalikan kerugian negara berapa pun hasilnya,” kata Hado Hasina Belum lama ini.

RANDI/NURSADAH