Kondisi Jalan Provinsi di Konsel Memprihatinkan, Kinerja Wakil Rakyat Dipertanyakan

114

 

BeritaRakyat.id,. Konawe Selatan – Kondisi jalan yang menghubungkan beberapa Kabupaten Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kerusakannya sudah sangat memprihatinkan. Jalur yang menghubungkan Kota Kendari-Konsel hingga di ibu kota Konsel di Andoolo terdapat sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat. Begitu juga dengan jalur yang menghubungkan Andoolo – Tinanggea – Ke Bombana, Tinanggea – Lalembuu – Lambandia (Kolaka Timur) juga demikian rusak berat.

Termasuk jalur jalan yang menghubungkan Andoolo – Angata – Lambuya (Konawe-red), dan jalur yang menghubungkan Ranomeeto – Landono – Mowila – Angata juga nasibnya semakin parah.

Terkait kerusakan berat jalur jalur jalan yang menjadi kewenangan nasional dan kewenangan Provinisi di Konsel membuat masyarakat mempertanyakan bagaimana kinerja anggota DPRD Konsel dan anggota DPRD Sultra khususnya dari daerah pemilihan Konsel – Bombana. Kinerja itu dipertanyakan karena dianggap wakil rakyat tersebut tidak terlihat perjuangannya untuk menyuarakan kepada Pemerintah Provinsi agar jalan jalan yang rusak mendapat perawatan dan pengaspalan.

“Iya, sepertinya wakil rakyat kita yang ada di DPRD Sultra dan Konsel tidak peka dengan kondisi jalan yang ada di Konawe Selatan semakin rusak, tetapi tak kunjung mendapat alokasi perbaikan dan pengaspalannya. Jangan hanya mau pilcaleg dan janji akan memperjuangkan aspirasi rakyat, tetapi setelah duduk di parlemen lupa akan janjinya,”ujar salah seorang tokoh pemuda Konawe Selatan Adi Yusuf kepada awak media ini saat di temui di Konsel, Jum,at, 14/08/2020.

Menurut Adi Yusuf, kondisi jalan yang ada di Konawe Selatan tingkat kerusakannya itu bukan saja karena mobilitas angkutan bahan baku gula oleh perusahaan Jhonlin dari Kendari ke Bombana. Tetapi kerusakan itu sejak beberapa tahun terakhir sudah rusak, bahkan ada sama sekali jalan yang belum sama sekali diaspal.

“Wakil rakyat kami di DPRD Konsel, DPRD Sultra dan DPR RI semestinya sudah memperjuangkan bagaimana infrastrutur jalan dan jembatan di Konawe Selatan di perjuangkan untuk dialokasikan anggaran di Pemerintah, baik itu di Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat. Tetapi yang terjadi saat ini tidak ada kepekaan dan kepedulian dari wakil rakyat kami di parlemen,”ungkapnya.

Baca Juga :  Kembali Gantikan Endang, Jumarding Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Sultra

Adi Yusuf yang juga pengacara di Konsel itu mengaku, akibat kondisi jalan yang memprihatinkan di Konawe Selatan, mobilitas hasil pertanian dan perkebunan sangat terbatas. Belum lagi tingkat kecelakaan lalu lintas dan kerusakan kendaraan bermotor dan roda empat cukup signifikan.

“Kita berharap wakil rakyat yang ada di parlemen agar peka dan mampu memperjuangkan aspirasi rakyat yang telah diwakilinya di parlemen. Karena jika tidak ada progres perjuangan, kami selaku rakyat akan sulit lagi mempercayai janji janji yang telah disampaikan sebelum pemilu lalu,”tandasnya.

Sementara itu anggota DPRD Sultra dari Dapil Konsel – Bombana Abd. Rahman Rahim mengakui, jika kondisi jalan yang menjadi kewenangan Provinsi dan Nasional di Konsel dalam beberapa bulan terakhir ini menjadi keluhan masyarakat Konsel. Karena itu dirinya sudah melakukan upaya, termasuk mengajak seluruh Kepala Desa se Kecamatan Lalembuu untuk mendampinginya menemui Ketua DPRD Sultra untuk menyampainkan aspirasinya terkait pembangunan infrastruktur jalan.

“Insyah Allah selaku wakil rakyat akan selalu memperjuangkan aspirasi warga. Salah satunya memberikan data kepada Pemerintah Provinsi terkait kondisi jalan di Konawe Selatan yang rusak berat. Selain itu juga telah menyampaikan langsung kepada pimpinan DPRD Sultra dengan mengajak para kepala desa. Termasuk turut terlubat dalam setiap Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas soal aspirasi rakyat terkait kondisi jalan di Konsel,”katanya kepada awak ini beberapa waktu lalu.

AKBAR / HERMAN