Lagi, Aksi Demo Mahasiswa USN di Kantor Bupati Kolaka Ricuh

51
Aksi pengunjukrasa di depan Kantor Bupati Kolaka yang dijaga ketat aparat pengamanan dari Satpol PP dan Polres Kolaka.(FOTO : YUSRI)

BeritaRakyat.id, Kolaka – Aliansi mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kabupaten Kolaka, kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid VII di depan kantor Bupati Kolaka. Aksi ratusan mahasiawa ini adalah menuntut janji Pemda Kolaka beberapa waktu lalu terkait penggunaan jalan nasional (Hauling) PD Aneka Usahay Kolaka, Rabu (07/10/2020).

Aksi unjuk rasa menuntut janji Bupati Kolaka H Ahmad Safei yang telah menyurati Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memberikan keterangan tentang izin pemakaian jalan (Hauling) oleh pihak PD Aneka Usaha.

Menurut koodinator lapangan (Korlap) Rahman Hidayat, mereka kembali turun ke jalan lantaran tidak ada kepastian dari Pemda Kolaka yang telah seminggu.

“Kami dari aliansi mahasiswa USN Kolaka kembali turun menjalankan aksi unjuk rasa, karna dari pihak Pemda Kolaka belum juga ada kepastian dari BPJN Sultra,” kata Rahman Hidayat saat orasi di depan Kantor Pemda Kolaka.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa selama beberapa jam dan tidak ditemui Bupati Kolaka, akhirnya massa memaksa masuk di pelataran gedung Kantor Bupati dan dikawal ketat aparat Kepolisian Polres Kolaka.

Setelah di pelataran sampai di depan pintu masuk kantor Bupati Kolaka, massa aksi kembali melanjutkan orasinya dan meminta Bupati Kolaka agar segera menemui mereka. Massa aksi juga mengataian sikap untuk segera menutup aktivitas hauling yang dilakukan PD Aneka Usaha.

”Kami mohon Bupati Kolaka agar segera menemui kami dan menyatakan sikap, jangan beralibi bahwa Bupati Kolaka tidak punya Kewenangan terhadap PD Aneka Usaha,” tegas Korlap Rahman Hidayat.

Dalam aksinya, Korlap Rahman Hidayat juga meminta agar Pemerintah Kolaka dalam hal ini Bupati Kolaka agar segera memanggil Direktur Perusda, Badan Pengawas dan KTT Perusda.

”Panggil mereka agar permasalahan ini cepat selesai, apakah permasalahan ini sudah diselesaikan dengan uang merah?, Bupati Kolaka jangan ingkar Janji dan jadi pembohong,” tegas Rahman Hidayat.

Setelah lama melakukan orasinya akhirnya Asisten III Wardi menemui massa aksi dan menjelaskan bahwa pihak BPJN Sultra tidak bisa hadir dikarenakan lockdown.

”Saya sendiri yang mengantar langsung suratnya ke BPJN, setelah sampai di sana ternyata kantor BPJN lagi Lockdown karena ada beberapa staf BPJN Sultra yang terpapar Covid- 19,” terang Wardi saat menerima mahasiswa di pelataran kantor Bupati Kolaka.

Baca Juga :  Hampir Setahun Belum Ada Progres, Kinerja Penyidik Polda Dipertanyakan

Jawaban Asisten III Wardi tidak diindahkan oleh aksi unjuk rasa mahasiswa, mereka tetap ingin tetap bertemu sama Bupati Kolaka.

Setelah mendengar jawaban dari Asisten III Wardi, mahasiswa tidak puas. Mereka tetap ingin bertemu sama Bupati Kolaka.

Meresa tidak puas tidak bertemu Bupati Kolaka, mahasiswa mulai beringas, mereka melempari kantor Bupati dan aparat kepolisian Polres Kolaka yang berjaga dan melakukan pengrusakan di halaman kantor Bupati Kolaka.

Sementara itu Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa bersama Dandim 1412/Kolaka Letkol Inf Risa Wahyu Setyawan melakukan persuasif agar mahasiswa tetap tenang dan menghentikan aksinya.

Dalam melakukan pengamanan unjuk rasa, Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa yang dalam keadaan kurang sehat, tetap memberikan semangat kepada personilnya yang mengamankan aksi unjuk rasa.

Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa dan Dandim 1412/Kolaka Letkol Inf Risa Wahyu Setyawan melakukan sholat magrib bersama aksi demo di jalan umum di depan DPRD Kabupaten Kolaka.

Paur Humas Polres Kolaka Bripka Riswandi membenarkan aksi unjuk rasa itu berakhir sekira pukul 19.00 Wita. Sebelum mahasiswa membubarkan diri, Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa dan Komandan Kodim 1412/Kolaka Letkol Inf Risa Wahyu Setyawan melakukan sholat berjamaah bersama mahasiswa di depan kantor Pengadilan Negeri Kolaka.

“Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa bersama Dandim 1412/Kolaka Letkol Inf Risa Wahyu Setyawan dan mahasiswa melakukan sholat berjamaah. Padahal Kapolres Kolaka sedang tidak fit namun karna kondisi mahasiswa masih bertahan, beliau turun mengamankan dan sholat berjamaah bersama mahasiswa,” ujar Riswandi.

Aliansi mahasiswa USN Kolaka akhir membubarkan diri dengan tenang usai melakukan sholat magrib sekira pukul 19.00 Wita.

YUSRI