Langgar Kode Etik, Dua ASN di Konsel Dijatuhi Hukuman Satu Bulan Penjara

870
Anggota Bawaslu Konsel Awaludin AK. (FOTO: AKBAR)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Setelah melalui proses banding di Pengadilan Tinggi Kendari, kasus tindak pidana Pilkada yang melibatkan dua aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) telah menghasilkan putusan.

Sesuai putusan Pengadilan Tinggi, dua ASN tersebut yakni Ahmad Rianto dan Mustari, masing-masing divonis hukuman penjara satu bulan.

“Setelah Jaksa Gakkumdu melakukan banding, Pengadilan Tinggi Kendari menerimanya dan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Ahmad Ruanto dengan nomor putusan 120/Pid.Sus/2020/PT Kdi dan terdakwa Mustari dengan nomor putusan 121/Pid.Sus/2020/PT Kdi. masing-masing selama satu bulan penjara dijalani yang dibacakan pada tanggal 20 November 2020, ” terang Ketua Koordinator Gakkumdu Konsel, Awaluddin AK, Senin (30/11/2020).

Dijelaskan, setelah menerima putusan tersebut, Rabu (25/11/2020), keesokan harinya pihak Gakkumdu Konsel langsung mengeksekusi dua ASN tersebut.

Baca Juga :  Mei 2022, 722 Guru P3K di Konsel Kantongi SK

“Di tanggal 26 November 2020 karena putusannya telah inkra maka Jaksa Gakkumdu Konawe Selatan melaksanakannya (eksekusi terpidana) di Rutan Kendari didampingi Penyidik Gakkumdu Konawe Selatan,” terangnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Andoolo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara menjatuhkan vonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan lima bulan. Keduanya dianggap terbukti terlibat tidak pidana Pilkada karena mengkampanyekan salah satu calon kepala daerah.

Tak terima putusan PN, Gakkumdu Konsel kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Kendari.

AKBAR/NURSADAH