Langgar Kode Etik, Dua ASN di Konsel Disanksi

698
Anggota Bawaslu Konsel Awaludin AK (FOTO : DOK)

BeritaRakyat.id., Konawe Selatan – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), telah memproses laporan dua ASN yang diduga melanggar karena tidak netral dalam menghadapi Pilkada 9 Desember 2020.

Dua ASN yang melanggar tersebut yakni Irma Yuli selaku staf Puskesmas Moramo dan Marwanto selaku Lurah Kolono Kabupaten Konsel.

“Per tanggal 28 Agustus 2020, Kami sudah rekomendasikan ke KASN atas nama Irma Yuli dan pada tanggal 5 November 2020, KASN telah mengeluarkan Putusan dan telah direkomendasikan kepada bupati karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik ASN,” ungkap Ketua Bawaslu Konsel Hasni, melalui Koordinator Devisi (kordiv) Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Awaluddin AK, Selasa (22/11/2020).

Sementara Lurah kolono, Marwanto, juga sudah rekomendasikan ke KASN 27 September 2020 dan sudah ada putusan KASN pada 10 Oktober 2020.

“Saat ini kami akan mengawasi tindak lanjut rekomendasi KASN tersebut oleh pihak pejabat pembina kepegawaian untuk sesegera mungkin memeriksa dan menjatuhkan sanksi melalui majelis kode etik terhadap 2 ASN tersebut, ” tegas Awal

Baca Juga :  Puluhan Penyidik Polda Sultra Dilatih Layanan Bahasa dan Hukum

Adapun jenis pelanggaran yang dilakukan 2 ASN tersebut yaitu membuat status atau pun menanggapi postingan di media sosial Facebook yang berbau kampanye salah satu calok kepala daerah.

Khusus Irma Yuli, ia membuat postingan dengan caption ” Alhamdulillah Golkar ” pada 24 Agustus 2020 setelah melihat rekomendasi Partai Golkar kepada Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Konsel melalui group WA keluarga. Irma Yuli menghapus postingan tersebut pada 7-10 menit setelah mengunggahnya.

Sementara Marwanto yang menjabat sebagai Lurah Kolono, akun Facebook pribadinya atas nama Marwan Astian telah memberi like atas unggahan Jefri jeff yang berisi foto-foto kegiatan dengan caption yang bertuliskan ” pengukuhan tim kerja pemenangan RAG-SS di dua titik berbeda di kecamatan moramo dan moramo Utara.

AKBAR/NURSADAH