Lima Bulan Tangani Kasus PT WIL dan PT BPS, Polres Kolaka Ditagih

35
Kelompok mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kepolisian Resor (Polres) Kolaka. (FOTO: YUSRI)

BeritaRakyat.id, Kolaka – Dugaan illegal mining di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dilakukan PT Waja Inti Lestari (WIL) dan PT Babarina Putra Sulung (BPS), sudah lima bulan ditangani pihak kepolisian setempat. Namun, belum ada perkembangan baru dari penanganan kasus ini.

Melalui unjuk rasa, Kamis (15/10/2020), kelompok mahasiswa kemudian mempertanyakan perkembangan kasus ini di Kantor Kepolisian Resor (Polres) Kolaka. Sebab, sebelumnya setelah tiga bulan ditangani, pihak perusahaan maupun pihak dinas kehutanan setempat telah dimintai keterangan oleh polisi.

“Tapi setelah lima bulan kemudian kami datang lagi ke Polres Kolaka untuk menanyakan kembali kasus itu namun tidak ada perkembangan sama sekali dari kasus dugaan illegal mining tersebut,” kata Umar selaku koordinator aksi.

Baca Juga :  PT VDNI dan OSS Dinilai Berkontribusi Besar Terhadap Investasi di Sultra

Ia pun mendesak agar Polres Kolaka serius menangani dugaan kasus pelanggaran dalam kegiatan pertambangan yang dilakukan PT WIL dan PT BPS ini, agar tidak terkesan ditutup-tutupi.

“Kami juga mendesak agar Polres Kolaka untuk menetapkan segera tersangka pimpinan PT WIL dan PT BPS,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Kolaka AKP Jupen Simanjutak yang menemui massa aksi tersebut mengatakan, dalam kasus dugaan illegal mining ini, pihaknya masih terus melakukan upaya penyelidikan.

“Kami sudah memeriksa pihak-pihak terkait untuk meminta keterangan mereka hingga ada tidaknya tindak pidana,” jelasnya.

YUSRI/NURSADAH