Paslon Ewako Minta MK Batalkan Kemenangan Suara di Pilkada Konsel

1712
Calon Bupati Konsel Muhammad Endang SA S.Sos SH, M.AP saat menghadiri sidang pendahuluan atas gugatan sengketa Pilkada Konsel di Mahkamah Konstitusi RI (FOTO : Sreenshot Youtube)

BeritaRakyat.id, Jakarta – Gugatan sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Mahkamah Konstitusi (MK)
Republik Indonesia, Rabu (27/01/2021), dimulai dengan sidang pendahuluan.

Dalam pembacaan materi atau delik aduan yang disampaikan kuasa hukum paslon Endang-Wahyu (Ewako) selaku pihak penggugat, meminta majelis Hakim MK untuk membatalkan SK KPU Nomor 858/PL.02.6/Kpt/7405/KPU-Kab/2020 tentang penetapan rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan 16 Desember 2020.

Selain itu MK diminta untuk mendiskualifikasi paslon nomor urut 2 atas nama H Surunuddin Dangga-Rasyid (Suara) sebagai peserta atau pemenang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Konsel tahun 2020. Selanjutnya, memerintahkan kepada KPU untuk menetapkan pasangan calon nomor urut 3 (Ewako) sebagai pemenang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Konsel 2020, serta melakukan pemungutan suara ulang di seluruh wilayah Konsel selambat-lambatnya empat bulan setelah putusan MK ditetapkan.

“Atau, apabilah majelis hakim mempunyai pendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya,” ungkap salah satu tim saksi Paslon Ewako, Muhammad Fitrah Ridha, kepada media ini, Kamis (28/01/2021).

Fitrah menjelaskan, setelah sidang pendahuluan atas gugatan sengketa hasil Pilkada Konsel di MK, tim kuasa hukum Ewako saat ini menyiapkan bukti dan dokumen atas delik aduan yang diajukan di MK, termasuk saksi-saksi yang akan diajukan bila diminta oleh majelis Hakim MK.

“Sidang pendahuluan di MK sudah digelar sore kemarin, Rabu (27/01/2021). Ada empat poin yang paslon Ewako minta di MK atas dasar temuan dan pelanggaran yang dilakukan oleh petahana paslon Suara dan penyelenggara Pilkada Konsel,” jelasnya.

Baca Juga :  Korban Kebakaran di Buke Dapat Bantuan dari Pemda Konsel

Menurutnya, delik aduan yang disampaikan paslon Ewako melalui kuasa Hukum Ibrahim Tane Dkk itu sejumlah pelanggaran yang terstruktur sistematis dan masif telah dibacakan di hadapan majelis hakim. Untuk itu, pihaknya berkeyakinan gugatan di MK dapat dikabulkan.

“Insyaa Allah, kami semua berkeyakinan majelis hakim bakal mengabulkan permohanan paslon Ewako. Untuk itu kami semua, baik yang tergabung di tim kuasa hukum, tim pemenangan dan saksi yang akan diajukan telah siap untuk memberikan pembuktian kepada majelis hakim,” terangnya.

Selain itu, disebutkan, sejumlah pelanggaran yang diduga dilakukan oleh petahana dan penyelenggara Pilkada Konsel itu adalah pembuatan APD berupa masker yang diperuntukkan untuk Panitia Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP) tertulis Desa Maju Konsel Sehat. Ada juga pelanggaran yang dilakukan KPPS di Kecamatan Laonti yang melakukan perhitungan suara di TPS di bawah pukul 12.00 WITa, serta pelibatan ASN dan kepala desa serta aparatnya dan adanya bagi bagi amplop jelang hari H pemungutan suara.

“Sekitar 60-an lebih aduan yang diajukan di MK disertai dengan bukti bukti-bukti pelanggaran. Tim paslon Ewako tinggal menunggu jadwal sidang di MK dalam hal pemeriksaan saksi dan lainnya,” tandasnya.

TIM