Pemkot Berencana Naikkan Pajak Miras, Pelaku Usaha Merasa Dirugikan

154
Ulil Amri salah satu pelaku usaha di Kota Kendari yang keberatan jika pajak miras naik sampai 700 persen. (FOTO : ODEK)

BeritaRakyat.id,.Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana menaikkan pajak minum keras (Miras) hingga 700 persen. Namun, kenaikan pajak itu dianggap tinggi dan Pelaku usaha sendiri merasa dirugikan.

Salah satu pelaku usaha di Kota Kendari, Ulil Amri mengatakan, selama ini, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2015 tentang retribusi izin penjualan minuman beralkohol, ia membayar retribusi Rp 20 juta per tahunnya. Sehingga, dengan adanya wacana kenaikan 700 persen itu akan sangat memberatkan.

“Itu sangat memberatkan bagi kami. Sebelumnya kami hanya membayar Rp 20 juta per tahun, dengan wacana itu kami harus membayar Rp 150 juta per tahun,” ucap Ulil, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Kendari, Selasa (01/09/2020).

Olehnya, wacana kenaikan pajak tersebut, kata dia, hendaknya dipertimbangkan lagi. Terlebih, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Kunjungi Sultra, DPRD Sulsel Belajar Cara Pinjam Dana Pusat

“Apa lagi kemarin kita tutup selama 4 bulan, jadi perputaran barang dan jasa di sektor industri jasa hiburan ini benar-benar turun. Kalau kenaikan sampe 30 persen mungkin itu tidak terlalu memberatkan,” ungkapnya.

Ditambahkan, dengan adanya rencana kenaikan pajak itu, pihaknya melayangkan surat ke DPRD Kota Kendari. Ia akan meminta difasilitasi melalui rapat dengar pendapat, bersama pihak-pihak terkait.

“Kita sudah melayangkan surat kepada DPRD, kita tungu saja hasilnya nanti,” tutupnya.

ODEK/NURSADAH