Pemkot Dinilai Setengah Hati Tuntaskan Pasar Basah Mandonga

52
Pembina Kerukunan Pedagang Pasar Mandonga H Heri Iskandar (Paling kiri) saat menghadiri RDP dengan DPRD Kota Kendari beberapa Waktu lalu. (FOTO : ODEK)

BeritaRakyat.id,.Kendari – Pedagang Pasar basar Mandonga menilai Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) lambat dan tidak serius dalam menangani persoalan pasar basah Mandonga.

Dewan Pembina Kerukunan Pedagang Pasar Mandonga, (PP2M) H. Heri Iskandar, mengatakan, Pemkot Kendari terkesan acuh dan stengah hati menuntaskan keluhan pedagang pasar basah Mandonga.

“Pemkot Kendari saya nilai lambat, dalam menangani pasar basah Mandonga, terkesan abai dan setengah hati menangani permasalahan ini,”ungkapnya kepada media kepada media ini Selasa, (20/10/2020).

Menurutnya, keseriusan Pemkot menangani persoalan di pasar basah Mandonga berbanding terbalik dengan DPRD Kota Kendari yang telah menggelar RDP serta melakukan kunjungan padahal kata dia Pemkot punya peranan penting, dalam menuntaskan permasalahan pasar basah Mandonga.

“Ini berbanding terbalik dengan DPRD, selaku perwakilan pedagang saya mengapresiasi kinerja DPRD, yang sudah dua kali menggelar RDP, dan satu kali kunjungan di pasar basah Mandonga,”katanya.

Masa kontrak pasar basah Mandongga sendiri kata dia, akan berakhir pada 2022 mendatang, dimana dalam hal, ada persoalan yang tidak kala penting yakni persoalan PAD yang justru tidak di seriusi oleh Pemkot.

“Padahal Pemkot punya peranan penting, dalam hal ini dimana pasar basah Mandonga kurang lebih dua tahun, akan jadi aset Pemkot, setelah berakhirnya masa kontrak kerja sama dengn pengembang, dan satu masalah yang tak kalah pentingnya asalah sumber PAD, yang bisa jadi bagian Pemkot dalam 16 tahun terakhir malah tidak diperjuangkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Diadukan Gusur Lahan Warga Transmigrasi, PT Merbau Akan Dihearing

Hal ini juga jelas dia, menjadi tanda tanga besar bagi pedagang yang ada di pasar basah Mandongga, selain itu ia juga menilai selama kurang lebih DPRD mengalar RDP perwakilan Pemkota yang hadir terkesan hanya menyimak seolah-olah tidak tahu menahu apa yang dibahas.

Selaku perwakilan pedagan yang terus ikut menyuarakan persoalan yang ada di pasar basah mandongga dirinya kata dia mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kota.

“Saya perwakilan pedagang yang hadir langsung dalam RDP terus terang kecewa berat dengan Pemkot Kendari,”katanya.

Iapun berharap, agar Pemkota benar-benae serius menuntaskan persolan yang ada di pasar basah Mandongga sesuai regulasi dan kewenangan.

“Kalo seperti ini, saya kuatir kalau ada aksi pedagang pasar basar Mandonga besar-besaran turun ke jalan,”tutupnya.

ODEK