Pengelolaan Tambang di Sultra Makin Parah, Rusda Ajak Semua Pihak Ikut Mengawasi

72
Rusda Mahmud

BeritaRakyat.id, Kendari – Kondisi pengelolaan pertambangan di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini semakin parah. Dampak lingkungan pun makin terasa dengan terjadinya musibah banjir hingga tanah longsor di sejumlah daerah tambang.

Baru-baru ini, musibah banjir dan tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Konawe Utara yang merupakan salah satu daerah pusat pertambangan di Sultra. Bencana ini terjadi diduga akibat aktivitas sejumlah perusahaan tambang yang menyalahi aturan.

Hal ini pun mengundang perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rusda Mahmud. Katanya,    kekacauan pertambangan ini diperparah dengan lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah.

“Dengan kondisi pertambangan di Sultra yang kacau balau yang dibutuhkan ya para pemimpin, agar melakukan langkah-langkah terbaik untuk menangani persoalan ini,” kata Rusda, saat ditemui di Kota Kendari, Minggu (25/07/2021).

Diakui Rusda, dalam menjalankan fungsi pengawasan di DPR RI, pihaknya memiliki sejumlah temuan persoalan tambang yang terjadi saat ini. Hal itu juga telah dibahas dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah setempat.

“Hasil rapat dengar pendapat supaya ditindaklanjuti. Saya sering katakan bahwa tdak kata terlambat selama kita masih bisa berbuat dengan melakukan pengawasan yang lebih baik sehingga tata kelola pemerintahan juga lebih baik lagi,” paparnya.

Baca Juga :  Gercep, Tina Nur Alam Hadiahi Apriyani Rahayu Rp100 Juta

Dalam pengawasan pertambangan itu sendiri, lanjut mantan Bupati Kolaka Utara dua periode ini, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia berharap semua  pihak hingga masyarakat umum ikut terlibat mengawasi, agar kesalahan yang dilakukan pihak perusahaan tambang tidak terus berlarut.

Bila langkah pengawasan tersebut tidak maksimalkan, tambah anggota Komisi VII DPR RI ini, maka sumber daya yang ada di Sultra semua akan dieksploitasi. Dampak terburuknya kemudian akan dirasakan oleh generasi penerus.

“Terlalu banyak kekayaan alam. Harusnya kita manfaatkan sebaik-baiknya. Kalau semua sumber daya kita eksploitasi apa yang terjadi pada anak cucu kita nanti. Oleh karena itu, mari kita lakukan pengawasan secara bersama-sama,” harap anggota DPR yang diusung Partai Demokrat ini.

Nursadah