Penyidikan Kasus Wakil Bupati Konsel Kadaluarsa, Gerindra Minta Pemulihan Nama Baik

913
Wakil Bupati Konsel Arsalim Arifin

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Proses hukum Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara, Arsalim Arifin, yang menjadi tersangka tindak pidana Pemilu belum mengalami perkembangan. Padahal, tahapan peyidikan kasus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Konsel itu, telah melebihi 14 hari masa kerja.

Menyikapi hal ini, pihak Gerindra menganggap masa penyidikan kasus tersebut telah kadaluarsa. Proses hukumnya pun mesti dihentikan.

“Status tersangka yang disandangkan kepada Ketua DPC Gerindra Konsel Arsalim atas dugaan pelanggaran Pemilu telah kadaluarsa, bahkan penyidikan tidak berlanjut,” ujar Sekretaris DPC Gerindra Konsel Tasrib SH kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/01/2021).

Dikatakan, kasus ini telah mencoreng nama baik Arsalim. Dengan demikian, bila proses hukumnya tidak bisa dilanjutkan maka nama baik Arsalim juga harus dipulihkan.

“Karena itu, kami minta Bawaslu Konsel menghentikan penyidikan dan memulihkan nama ketua kami,” tegasnya.

Baca Juga :  Pilgub 2024, DPC Gerindra dan Relawan ASR Kolaka Utara Target 50 Persen

Sementara itu, Anggota Bawaslu Konsel Awaluddin AK mengaku, belum mendapat laporan dari penyidik sentra penegakan hukum terpadu (Gakumdu) setempat terkait hasil penyidikan yang menimpa Arsalim saat Pilkada Konsel 2019 lalu itu.

Menurut Awaluddin, penyidikan atas tersangka pelanggar aturan Pemilu memang ada batas waktunya, yakni 14 hari masa kerja. Bila memang sudah lewat atau kadaluarsa maka harus ada kesimpulan baik dari penyidik maupun dari pengadilan.

“Dalam waktu dekat ini akan kami konfirmasikan di penyidik Gakumdu terkait hasil penyidikan atas tersangka dan akan kami sampaikan kepada pihak bersangkutan,” tutupnya.

AKBAR/NURSADAH