Pertumbuhan Ekonomi Sultra Anjlok di Triwulan II 2020

30

KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan jika perekonomian pada triwulan II-2020 minus 2,39 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, saat melakukan Konferensi Pers, di Kantor BPS Sultra, Rabu (5/8/2020).

Agnes menyampaikan jika perekonomian Sultra diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 31,55 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 22,73 triliun.

“Ekonomi Sultra kontraksi sebesar minus 2,39 persen year on year (yoy) dibanding triwulan II-2019 sebesar 4,37 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,61 persen. Dari sisi pengeluaran, dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 11,06 persen,” ujarnya.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha administrasi pemerintahan sebesar 8,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 23,16 persen.

Baca Juga :  Dibolehkan Kembali Bekerja, Karyawan VDNI dan OSS Keluhkan Persyaratan Swab Test

Pada semester I tahun 2020 perekonomian tumbuh 0,88 persen melambat dibandingkan semester I 2019. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 8,95 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 17,74 persen.

“Dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi paling dominan terhadap PDRB Sultra sebesar 25,02 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 49,76 persen,” pungkasnya. (**)