Pimpinan PT GKP Klarifikasi Soal Video Viral Minta Polisi Tangkap Warga Saat RDP di DPRD Sultra

370
Pimpian PT GKP Bambang Murtiyoso saat memberikan keterangan saat RDP di Gedung DPRD Sultra (FOTO : ODEK)

BeritaRakyat.id,.Kendari – Pimpinan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) Bambang Murtiyoso mengklarifikasi video viral yang meminta Polisi menangkap dan memborgol warga yang menolak aktifitas pertambangan di Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan.

Bambang menjelaskan video itu terjadi pada saat ia memberi pemahaman secara persuasif yang sifatnya humas kepada sejumlah warga yang coba menghalangi aktivitas PT GKP.

“Yang saya sayangkan adalah, kenapa penggalan video itu tidak dari awal disaat saat menyampaikan persuasif yang sifatnya humanis,”ungkapnya saat memberikan keterangan kepada sejumlah Anggota DPRD Sultra saat RDP di Gedung DPRD Sultra Senin (08/03/2022)

Saat itu lanjut dia, dirinya menyampaikan dengan baik dan humanis kepada warga yang ingin menghalangi aktivitas tambang,namun di akhir pembicaraanya tiba-tiba muncul salah satu warga yang memotong pembicaraan.

“Itu 15 menit saya menyampaikan masukan sifatnya menghimbau kepada masyarakat, mereka sudah luluh pak, detik-detik terakhir muncul orang yang bernama Yamin, Yamin ini tidak punya lahan disitu tiba-tiba, dia bilang tidak bisa pak, saya bilang kamu ini siapa,? kamu bikin ulah menghalang-halangi kegiatan tambang saya tangkap kamu, saya borgol kamu,”jelasnya lagi

Baca Juga :  Hari Pertama Masuk Kantor, Ini Yang Dilakukan Wabup Konsel

Kalimat itu jelas dia, ia katakan secara spontanitas di saat situasi warga sudah mulai tentang-tenang, namun tiba-tiba ada warga yang coba membuyarkan suasana.

“Itu saya tidak rubah pak stetmen saya, karena memang situasional, disaat semua sudah korum,di saat semua sudah luluh, kalo dilihat dari awal itu cuplikan videonya, sangat sejuk arahan-arahan saya pak, kalo tidak diganggu dengan satu orang di detik-detik terakhir itu,”urainya

Namun demikian dirinya kata dia, mengakui kalimat yang ia lontarkan itu keliru, sehingga ia meminta agar ucapnya tersebut di maafkan oleh semua pihak.

“Itu saya salah,saya minta maaf kepada semua anggota Dewan yang ada,stetmen itu karena terpancing dengan situasi lapangan,”katanya.

Selain itu, pihaknya juga kata dia, sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian atas ucapan itu.

“Saya juga sudah minta maaf dengan Polda Sultra, mohon maaf, memang di saat itu situasinya darurat Pa, jadi bisa memahami situasi saya,”tutupnya.

ODEK