PPKM Mikro di Sultra Diperketat, Pelaku Perjalanan Perhatikan Ini

354
Salinan surat edaran Gubernur Sulawesi Tenggara.

BeritaRakyat.id, Kendari –  Surat edaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro telah dikeluarkan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi. Pemerintah kabupaten/kota yang ada di Bumi Anoa ini diminta mematuhinya.

Sesuai instruksi gubernur, pemberlakuan PPKM sejak 6 Juli bukan hanya berlaku di Kota Kendari tapi di seluruh daerah yang ada di Sultra. Bahkan, pemerintah kabupaten/kota diminta untuk mengaktifkan satuan tugas (satgas) sampai ke tingkat RT/RW.

Selain itu, gubernur juga mengeluarkan surat edaran nomor 550/2841 tentang ketentuan protokol transportasi selama PPKM mikro.
Terdapat enam poin ketentuan terhadap pelaku perjalanan.

Pertama, pelaku perjalanan melalui darat, laut, dan udara yang berasal dari luar Provinsi Sultra ke wilayah Sultra diwajibkan tes swab RT-PCR.

Kedua, semua pelaku perjalanan sebagaimana dimaksud pada poin pertama wajib melakukan isolasi mandiri di rumah atau tempat tinggal selama dua hari sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

Ketiga, pelaku perjalanan yang melakukan isolasi mandiri sebagaimana dimaksud pada poin dua, jika terdapat gejala indikasi Covid-19 wajib segera melakukan tes swab RT-PCR. Jika dinyatakan positif untuk segera memberi data informasi ke Satgas Covid-19 serempat untuk keperluan 3 T (testing, tracing, treatment).

Baca Juga :  Sukses Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, Bupati Konsel Kembali Diapresiasi OJK

Keempat, PPKM skala mikro pada zona positif dan indikatif persebarannya, dengan berpedoman pada ketentuan Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2021.

Kelima, penggunaan transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taxi konvensional, dan online), ojek (pangkalan dan online), dan kendaraan (sewa/rental) dapat beroperasi dengan melakukan pengaturan kapasitas, jam operasional, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut diatur oleh pemerintah kabupaten/kota masing-masing.

Kemudian keenam, masing-masing kabupaten/kota agar segera mengaktifkan satgas sampai tingkat RT/RW dalam rangka optimalisasi kegiatan edukasi 6 M (mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama,  menguruangi mobilitas) dan 3 T (testing, tracing, treatment).

USAN/NURSADAH