Pria Bawa Amplop Berisi Uang Diamankan Polisi di Konsel, Diduga Hendak Lakukan “Serangan Fajar”

1356
Potongan video timses salah satu paslon yang ditangkap polisi saat membawa amplop berisi uang bersama daftar nama warga. (FOTO: IST)

BeritaRakyat. Id, Konawe Selatan – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan salah seorang warga yang membawa sejumlah amplop berisi uang, Senin (07/12/2020). Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut diduga akan membagikan “serangan fajar” untuk memenangkan salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Konsel yang akan bertarung dua hari lagi.

Berdasarkan video berdurasi 21 detik yang beredar di media sosial (medsos), pria yang diamankan polisi itu nampak mengenakan kaos oblong biru dan topi hitam sedang memegang sejumlah amplop berisikan uang Rp100 ribu. Selain amplop, ada juga daftar nama yang diduga merupakan sasaran penyebaran amplop tersebut.

Dari video tersebut, diketahui jika pria yang diamankan merupakan tim sukses (timses) Paslon Bupati dan Wakil Bupati Konsel nomor urut 2, Surunuddin Dangga–Abdul Rasyid (Suara).

Baca Juga :  Utamakan Kesetaraan Gender, Pemda Kolaka Komitmen Libatkan Perempuan di Setiap Program

Ketua Bawaslu Konsel, Hasni membenarkan perihal penangkapan seorang pria yang diduga timses salah satu paslon itu.

Hanya saja, Hasni mengaku belum mengetahui pria tersebut timses dari paslon nomor urut berapa, karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan.

“Pelakunya sudah sementara diproses di Panwas,” ucap Hasni.

Ditanya soal identitas pria yang diamankan aparat kepolisian itu, Hasni juga mengaku belum tahu. Pasalnya, dirinya masih perjalanan menuju ke Kantor Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tinanggea.

“Masih sementara diambil keterangan sama yang bersangkutan, yang diamankan satu, ” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Konsel, AKP Fitrayadi belum bisa memberikan komentar karena pihaknya belum menerima laporan perihal kejadian tersebut.

Kendati demikian, AKP Fitrayadi mengaku sudah melihat video yang beredar.

“Nanti tanya ke panwas, karena masih rananya mereka. Saya juga belum menerima laporan soal itu,” katanya.

AKBAR/NURSADAH