RAG-SS Minta Penegak Hukum Kejar Pelaku Penyebar Pamflet Berisikan Kampanye Hitam

141
Pamflet atau brosur yang disebarkan di Konsel yang berisikan kampanye hitam dan membentukan Paslon RAG - SS dan Endang Wahyu yang menuai protes dari dua Paslon Kada Konsel (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Jelang hari pencoblosan pilkada Konawe Selatan, kubu Rusmin Abdul Gani (RAG) – Senawan Silondae (SS), mulai diserang beragam konten kampanye hitam.

Rabu pagi (02/12/2020), aneka kemasan kampanye hitam yang dianggap merugikan Rusmin – Senawan, tiba-tiba bertebaran di beberapa Kecamatan Konawe Selatan, yakni berupa pamflet.

Meski redaksi kalimatnya normatif, dalam pamflet tersebut membandingkan salah satu paslon lainnya. Umumnya berisi pembanding yang dapat berimplikasi pada upaya pecah belah atau adu domba merugikan pasangan calon nomor satu.

Herman Pambahako, selaku Kordinator dapil empat pemenangan RAG – SS langsung bereaksi atas kampanye hitam. Olehnya itu, dirinya langsung menginstruksikan seluruh jaringan tim sukses dan relawannya untuk tetap menjaga stabilitas kemanan daerah sembari mengumpulkan bukti-bukti tersebut.

Baca Juga :  DPD PAN Kota Kendari Siapkan Ribuan Saksi di Pilcaleg Tahun 2024

‘’Poinnya bahwa pihak RAG-SS tidak pernah membuat selebaran itu. Ada pihak lain yang coba membenturkan atau mengadu domba kami dengan salah satu paslon untuk mencari simpati masyarakat” ungkapnya.

Sebagai tim lima, Herman pun menyesalkan kampanye hitam jelang minggu tenang. Ini dianggap merusak harapan pilkada damai di Kabupaten Konawe Selatan.

“Ini sangat kita sesalkan ada kampanye hitam yang mengadudomba antar sesama paslon. Saya harap penyelenggara dan aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut, agar pesta demokrasi di Konsel tidak tercederai” ucapnya.

ODEK