Satu Anggota Bawaslu Muna Diduga Tak Netral, Jubir Rusman-Bachrun Bertindak Begini

680
Juru bicara Paslon Rusman Emba-Bachrun, La Ode Darmono memberikan keterangan pers usai melaporkan salah satu anggota Bawaslu Muna di Bawaslu Sultra (FOTO : ODEK)

BeritaRakyat.id, Kendari – Salah satu Anggota Badan Pengawa Pemilu (Bawslu) Muna, Askar, dilaporkan ke Bawaslu Sulawesi Tenggara, Kamis (12/11/2020). Ia dinilai tidak netral dalam dalam mengawasi jalannya Pilkada di Muna.

Anggota Bawaslu Muna yang membidangi divisi penindakan pelangaran ini dilaporkan oleh La Ode Darmono selaku juru bicara (jubir) Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna LM Rusman Emba-Bachrun Labuta.

“Kami datang ke sini untuk melaporkan kondisi Bawaslu Kabupaten Muna kepada anggota bawaslu provinsi, agar secepat mungkin mereka bisa datang ke Muna untuk melakukan supervisi terhadap kerja-kerja Bawaslu Muna terutama pada divisi penindakan pelanggaran atas nama Askar,” ucap Darmono, ditemui usai melapor di Kantor Bawaslu Sultra

Darmono menjelaskan, anggota bawaslu yang dilaporkan itu, selain tidak netral juga diduga tidak fer serta tidak memahami tugasnya sebagai pengawas Pemilu.

“Askar kita duga tidak fer, tidak adil, tidak cermat dan benar-benar tidak memahami dirinya sebagai seorang pengawas Pemilu yang seharusnya dia bisa bertindak adil, fer, bijak pada seluruh pasangan calon,” jelasnya.

Ia menceritakan, ketika Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Muna LM Rajiun Tumada-H La Pili (Rapi) mengadukan dugaan tindakan pelanggaran sangat cepat ditindaklanjuti. Namun, hal tersebut berbanding terbalik ketika ada aduan dari pasangan Rusman-Bachrun Labuta.

“Contoh begini, ketika tim Rapi melapor itu laporanya sesegera mungkin langsung diproses, tapi kemudian timnya Rusman melapor itu tidak ada klarifikasi dari saksi, tidak di pangil terlapor kemudian masalah dihentikan dengan alasan tidak memenuhi syarat formil materil, sementara kita sudah melengaki bukti-bukti,” bebernya.

Salah satu contoh laporan tim Rusman-Bachrun Labuta yang tidak segera ditindaklanjuti, lanjutnya, adalah pelibatan ASN dalam kegiatan kampanye pasangan Rapi di Kecamatan Pasikolaga.

Baca Juga :  Masuk Zona Kuning, Pemkab Konut Mulai Buka Sokolah Tatap Muka

“Yang kedua, ada temuan Panwascam Kecamatan Lohia, di mana Rajiun saat berkampanye itu melibatkan perangkat desa dan perangkat desa itu berorasi, aneh memang divisi penindakan pelanggaran tidak menindaklanjuti kasus itu,” katanya.

Olehnya, ia berharap terhadap Bawaslu Sultra untuk segera melakukan asistensi terhadap Anggota Bawaslu Muna hususnya divisi penindakan pelanggaran.

“Tentu kami dan penasehat hukum akan melakukan langkah-langkah hukum, tidak menutup kemungkinan mereka kita akan laporkan di Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP)karena kita menduga tidak fer,tidak adil dalam menindaki laporan yang sudah disampaikan di Bawaslu Muna,” tutupnya.

Menangapi laporan tersebut, Koordif SDM dan Organisasi Bawaslu Sultra Sitti Munadarma mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjutinya.

“Jadi prinsipnya bawaslu provinsi semua aduan kita respon, ini akan menjadi agenda pleno yang akan kita rapatkan sebentra malam. Ini tidak hanya kita minta penjelasan by phone dari Pak Aksar ini maupun kawan-kawan Bawaslu Muna yang lain tapi harus ada supervisi, pemeriksan dokumen,” katanya.

Hal ini, tambah dia, akan menjadi salah satu perhatian Bawaslu Sultra, termasuk akan turun langsung memastikan langsung.

“Ada dua agenda yang akan kami rapatkan sebentar malam dan kita juga akan segera turun mungkin besok pagi,” tutupnya.

ODEK/NURSADAH