Siapkan Rp 2 Triliun, Pemprov DKI Jakarta akan Berinvestasi di Sultra

132
Anggota Komisi II DPRD Sultra Abd. Rahman Rahim (Pakai safari) bersama Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Peternakan Budianti Kadidaa (Berjilbab) saat meninjau Ranch di desa Wawolemo kecamatan Pondidaha, Konawe (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id,. Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menjalin kerjasama dengan Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) di sektor peternakan. DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 triliun untuk mewujudkan rencana itu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distannak) Sultra, Budianti Kadidaa mengatakan, dalam waktu dekat ini, Ketua DPRD DKI Jakarta beserta sejumlah anggotanya dijadwalkan berkunjung ke Sultra. Mereka hendak melihat secara langsung kawasan yang direncanakan sebagai lokasi investasi tersebut.

Kawasan peternakan sapi milik Pemprov Sultra yang berada di Wawolemo, Kabupaten Konawe, direncanakan menjadi lokasi pengembangan dan penggemukan sapi. Sebagai persiapan kunjungan, kepala distannak bersama dengan anggota Komisi II DPRD Sultra, Abdul Rahman Rahim, turun langsung meninjau Ranch Wawolemo, Rabu (2/9/2020).

“Rencana investasi ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan bapak gubernur untuk memajukan sektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan daging, baik masyarakat Sultra sendiri maupun masyarakat Indonesia secara umum. Distannak selaku pelaksana teknis siap bekerja keras dalam menyukseskan investasi ini,” jelas Budianti di kantornya, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga :  Positif Corona di Sultra Bertambah 33 Kasus, Kendari Masih Tertinggi

Dijelaskan, kerjasama investasi diproyeksikan akan mensuplai kebutuhan sapi DKI Jakarta sebanyak 1.000 – 1.200 ekor sapi setiap empat bulan. Pasokan sapi ini berasal dari pemeliharaan yang berpusat di Ranch Wawolemo dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Budianti menambahkan, investasi tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi Sultra. Sarana prasarana di Ranch Wawolemo akan dibangun, sumber daya manusia yang bekerja akan ditingkatkan, dan akan terjadi penyerapan tenaga kerja seiring dengan meningkatknya kapasitas peternakan.

Selain itu, kerjasama investasi ini juga akan menciptakan kestabilan harga sapi, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika terjadi lonjakan permintaan daging, misalnya pada hari raya keagamaan.

“Luas areal ranch Wawolemo mencapai 544 hektar. Kawasan yang saat ini dianfaatkan baru sekitar 150 hektar. Rencananya, realisasi kerjasama ini akan dimulai pada tahun 2021 mendatang,” tandasnya.

NURSADAH