Sudah Tetapkan Satu Tersangka, Polisi Belum Simpulkan Penyebab Tewasnya Randi dan Yusuf

147
Konfrensi pers yang dilaksanakan Ditreskrimum Polda Sultra terkait penanganan tewas 2 Mahasiswa UHO 26 September 2019 lalu. (FOTO : ODEK)

BeritaRakyat.id, Kendari – Kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Randi dan Yusuf Kardawi, pada 26 September 2019 lalu, hingga kini masih menyisakan polemik. Bahkan, kerap menimbulkan ketegangan antara mahasiswa dan pihak kepolisian.

Namun demikian, penanganan kasus ini tak kunjung memberi hasil memuaskan meskipun telah ada satu tersangka yang merupakan anggota kepolisian inisial AM. Kelompok mahasiswa juga masih terus menyuarakan agar kasus ini diusut tuntas.

“Kami minta Polda Sultra agar bertindak secara kooperatif dalam proses penyeesaian kasus Randi – Yusuf. Apabila Kapolda Sultra tidak mampu mengusut kasus ini, kami minta segera mundur dari jabatannya,” ujar Suratman, salah satu koordinator aliansi mahasiswa yang terus menyuarakan kasus Randi dan Yusuf.

Suratman yang ditemui, Senin (28/09/2020), menambahkan bahwa jika beberapa bulan ke depan belum ada putusan pengadilan terkait kasus penembakan Randi dan Yusuf maka pihaknya akan memberikan mosi tidak percaya kepada kepolisian.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Sultra, La Ode Aries mengatakan, terkait AM yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Randi – Yusuf, sudah beberapa kali menjalani sidang. Terakhir dilakukan pemeriksaan ahli forensik dan uji balistik termasuk ahli ITE.

Baca Juga :  Masyarakat Muna Dukung Rencana Pemekaran Muna Selatan

Sejauh ini, akunya, sudah ada 19 saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut yang terdiri dari anggota kepolisian sembilan orang, masyarakat dan mahasiswa sembilan orang dan tambah satu dokter.

“Dari pemeriksaan itu belum ada satu alat bukti yang menunjukkan apa penyebab meninggal dan siapa yang bertanggung jawab atas meninggalnya Yusuf tersebut,” jelasnya.

Perwira tiga melati di pundaknya itu mengaku, pihaknya terus melakukan pendalam kasus tersebut dan terus melakukan komunikasi dengan pihak kampus, termasuk beberapa BEM kampus untuk membantu pihak kepolisian lakukan pengungkapan.

“Keterangan yang kita dapatkan tidak ada yang melihat secara langsung Yusuf bagamana dia terjatuh, yang dilihat hanya sudah tergeletak. Kami juga tidak nerhenti, setiap bulan kami evaluasi apa yang kurang dan apa yang harus dilakukan. Sampai dengan saat ini, kami mengabil kesimpulan belum dapat kita buktikan apa penyebab dan siapa yang bertanggung jawab meninggalnya Yusuf,” tutupnya.

ODEK/NURSADAH