Tak Terima Diberitakan di Media, Kades di Konsel Aniaya Warganya

3223
Kasidarni yang menjadi korban penganiyaann Kepala Desa Waworano saat memeriksakan diri di Puskesmas Kolono dan meminta visum. (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Tindakan tak terpuji dilakukan Kepala Desa (Kades) Waworano Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara, Suleman, yang dengan tega menganiaya warganya sendiri, Kamis (22/10/2020) malam sekira pukul 23.36 WITa. Parahnya, korban bernama Kasidarni adalah seorang perempuan.

Penganiayaan dilakukan sang kades, diduga  karena merasa sakit hati dengan korban yang menyampaikan ke media perihal pemecatannya sebagai ketua RT.

“Saya dipukul pak desa sampai berapa kali. Itu dilakukan di dalam rumah saya dan dia dalam keadaan mabuk. Selain memukul dan menampar, pak desa juga memaki dan memarahi saya dengan kata-kata kasar,” ujar Kasidarni kepada media ini, Jumat (23/10/2020).

Korban yang juga penyelenggara Pilkada di tingkat desa Waworano ini mengaku, atas penganiyaan yang dialaminya, dirinya telah melaporkan kadesnya itu ke Polsek Kolono. Ia juga telah meminta pengantar dari pihak kepolisian tersebut untuk melakukan visum di Puskesmas Kolono.

“Pokoknya saya tidak terima dipukul oleh Pak Suleman, apalagi di dalam rumah saya dan suami saya sementara sakit,” tegasnya.

Baca Juga :  Plt Kadis Perhubungan Konsel Positif Corona

Sementara itu, Haerudin, selaku kerabat dan keluarga korban, mengaku menyesalkan sikap kades tersebut. Terlebih itu dilakukan dalam keadaan mabuk.

“Ini tindak pidana yang harus segera diselesaikan di aparat hukum. Selain itu pak desa ini akan dilaporkan di tokoh adat terkait ucapan dan makiannya kepada korban dengan kata-kata yang tidak senonoh,” kata Haerudin.

Sebelumnya, melalui media ini juga, Kasidarni mengungkap perihal pemecatannya sebagai ketua RT di Desa Waworano itu. Pemecatan sepihak oleh kades diduga karena kecewa anaknya tidak diloloskan sebagai anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Pemberitaan di media itu pun diduga memicu kemarahan Kades  Waworano ini hingga tega menganiaya korban.

AKBAR/NURSADAH