Terdampak Demo Anarkis di Morosi, Warga Mengeluh Tak Bisa Berjualan

46
Aksi unjukrasa di lokasi pabrik nikel VDNI yang anarkis dan melakukan pembakaran yang merugikan perusahaan dan meresahkan warga sekitar (FOTO : IST)

BeritaRakyat.id, Konawe – Aksi demo anarkis yang terjadi di PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) baru-baru ini, tidak hanya merugikan pihak perusahaan. Sejumlah warga setempat juga merasakan dampaknya hingga kini.

Khususnya warga yang sehari-hari berjualan di sekitar perusahaan tambang tersebut, sampai saat ini belum berani membuka usahanya. Begitu pun salah satu pasar yang biasanya setiap hari dipadati karyawan tambang, juga masih sepi pasca demo rusuh itu.

Salah seorang pedagang, Udin, mengeluhkan aksi anarkisme yang menyebabkan aktivitas di area perusahaan tambang tersebut lumpuh. Keuntungan lumayan yang biasanya ia peroleh sehari-hari dari berjualan sembako, kini nyaris tak ada lagi.

“Tapi mau diapa lagi kalau sudah begini. Makanya kami sangat berharap tentara dan polisi supaya bisa mengamankan lokasi ini. Supaya dari pedagang dan yang buka warung makan bisa menjalankan usaha kami seperti biasanya,” paparnya kepada media ini, Jumat (18/12/2020).

Baca Juga :  Gelar Raker, PAN Sultra Target Menangkan Pemilu 2024

Untuk itu, ia mewakili masyarakat lingkar tambang berharap agar aparat penegak hukum tetap melakukan proses penegakan hukum secara transparan dan profesional.

Katanya, tidak perlu menanggapi isu-isu yang melemahkan atau mengintervensi proses penegakan hukum. Terlebih, masyarakat senantiasa mendukung dan mengapresiasi langkah yang telah dilakukan TNI-Polri dalam menciptakan kondusifitas keamanan di Kecamatan Morosi.

“Kalau kondusif kita semua juga yang aman. Makanya mari kita saling menjaga kondusifitas, supaya kegiatan ekonomi berjalan sebagai mana mestinya. Imbasnya tentu warga juga yang menikmati keuntungannya,” tutupnya.

Sebelumnya, demo ricuh di pabrik PT VDNI terjadi, Senin (14/12/2020). Sejumlah kendaraan perusahaan dibakar sejumlah massa yang menuntut kenaikan upah dan pengangkatan tenaga kerja yang sudah bekerja di atas satu tahun menjadi karyawan tetap.

ODEK/NURSADAH