Tersangka Penggelap Pajak Reklame Belum Ditetapkan, Kejari Kendari Tunggu Audit BPKP

72
Space reklame yang ada di Kendari. Dana pajak reklame diduga digelapkan dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri Kendari. (FOTO : ODEK)

BeritaRakyat.id, Kendari – Dugaan penggelapan pajak reklame di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih diselidiki pihak kejaksaan setempat. Perkembangan status penanganan ke tingkat penyidikan dan penetapan tersangka belum dilakukan, karena masih menunggu hasil audit BPKP untuk mengetahui jumlah kerugian negara.

Namun, hal ini dipertanyakan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM). Penanganan kasus dugaan korupsi pajak reklame 2018 – 2019 itu, dinilai jalan di tempat.

“Sudah hampir dua bulan penyelidikan, tetapi belum ada status tersangka yang ditetapkan oleh penyidik kejaksaan. Kami tetap berharap, kasus ini terungkap,” kata Yunus Mbatono selalu ketua LSM itu, saat ditemui, Senin (14/09/2020).

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari, Shirley Sumuan, melalui Kasintel, Ari Siregar mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi pajak reklame ini.

Baca Juga :  Diantar Simpatisan, Surunuddin - Rasyid Daftar ke KPU Konsel

“Informasi dari Pidsus yang masuk ke kami, saat ini masih menunggu hasil audit BPKP. Biasanya memang lama,” jelasnya, ditemui terpisah, Senin (14/09/2020).

Ari juga mengatakan, tak ada penambahan saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. Jumlahnya masih sama, yaitu sekira 10 orang.

Namun demikian, Ari menegaskan bahwa kasus tersebut akan terus berlanjut. Calon tersangka yang alat buktinya cukup kuat juga masih tetap satu orang.

Ia menguraikan, dalam waktu dekat, Kepala Kejari Kendari yang baru akan mengumumkan jika telah ada penetapan tersangka.

“Nantikan akan diumumkan sama Kajari. Tapi belum tahu waktunya kapan,” tutupnya.

ODEK/NURSADAH