Tiap Hujan Terendam Banjir, Warga Lalodati Minta Pemkot Kendari Berikan Solusi

166
Pemukiman warga Kelurahan Lalodati Kecamatan Puuwatu yang tergenang banjir saat di musim penghujan (FOTO: IST)

BeritaRakyat.id, Kendari – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Kamis (28/1/2021), membuat belasan rumah  warga RT 08 Kelurahan Lalodati Kecamatan Puuwatu  terendam banjir. 

Tiga rumah warga terparah terendam banjir hingga ketinggian sekira satu meter adalah milik La Handa, La Aba, dan Mansur. Letaknya tak jauh dari Kantor Kelurahan Lalodati.

Salah seorang pemilik rumah, La Handa mengungkapan banjir itu disebabkan meluapnya air dari saluran drainase jalan.

“Beginilah kondisinya pak, setiap kali turun hujan rumah kami selalu kebanjiran. Tapi yang ini sangat parah, karena air sampai lewat jendela rumah,” kata La Handa kepada sejumlah wartawan, Jumat (29/01/2021).

Disebutkan La Handa, banjir di lingkungan tempat tinggalnya itu sudah sering terjadi saat musim penghujan tiba. Terlebih, setelah salah satu tetangganya menimbun pekarangannya yang sebelumnya menjadi saluran air.

“Mulai tahun 70-an (1970) memang di sini tiap tahun selalu tergenang air setiap turun hujan. Tapi saat itu tidak separah sekarang ini. Dulu selesai hujan airnya langsung surut karena ada tempat lewatnya air, tapi sekarang sudah ditimbun,” ujarnya.

Diungkapkan, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sebenarnya sudah membuat saluran untuk mengantisipasi banjir. Bahkan menjelang akhir 2020 lalu, drainase tersebut kembali diperlebar karena tidak mampu menampung volume air saat hujan deras.

Baca Juga :  Jika Terpilih Endang-Wahyu Bakal Bangun Universitas di Andoolo

Sayangnya, proses pelebaran drainase ini tidak tuntas karena adanya sebagian warga yang tidak setuju lahannya digunakan untuk keperluaan perluasan drainase tersebut.

La Handa pun mengaku sering mengadukan persoalan tersebut ke pemerintah kelurahan setempat. Namun, sampai saat ini belum ada solusi.

“Saya juga heran sudah tiga lurah (di Loladati, red) berganti tapi tidak ada solusi. Pernah saya tawarkan untuk pelebaran drainase dengan merelakan sebagian lahanku digusur, tapi ternyata tetangga di sebelah rumah tidak mau dia digusur pagarnya. Ini masalahnya sekarang,” ucapnya.

Korban banjir lainnya, La Aba mengharapkan pemerintah kota segera memberikan solusi terkait persoalan banjir ini.

“Mudah-mudahan pak wali kota bisa segera merespon persoalan ini,” ucap La Aba.

ODEK/NURSADAH