Tina Nur Alam Minta Pemerintah Evaluasi Belajar Tatap Muka di Sekolah

77
Anggota DPR RI Hj Tina Nur Alam saat diwawancara sejumlah awak media disalah satu kegiatan (FOTO : KARSESMAN)

BeritaRakyat.id,. Kendari – Pelaksanaan belajar tatap muka di ruang kelas yang telah diterapkan di sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) di masa pandemi ini, masih perlu dievaluasi. Klaster baru penyebaran virus Covid-19, bisa saja terjadi kepada anak-anak didik dan pengajar di sekolah.

Hal ini membuat pemerintah dilema karena di satu sisi ingin menerapkan proses belajar mengajar tatap muka, agar siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Namun, di sisi lain ada ancaman virus yang menbahayakan.

“Namun di sisi lain, belajar dari rumah dengan sistem daring, kemampuan masyarakat akan belajar sistem internet sangat terbatas, bahkan masih ada sejumlah daerah yang belum memiliki jaringan internet,” ujar Anggota DPR RI, Hj Tina Nur Alam, kepada awak media di Kendari, Sabtu (22/08/2020).

Menurut anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem itu, penerapan belajar mengajar tatap muka langsung diperlukan kesiapan protokol kesehatan dengan fasilitas yang memadai, sehingga Virus corona tersebut steril dari dunia pendidikan. Namun alangkah baiknya agar kegiatan proses belajar tatap muka dengan masih mewabahnnya Covid-19, khususnya di daerah-daerah yang masih zona merah untuk tidak diterapkan.

Baca Juga :  Dua Pelaku Perusak Kantor DPRD Konsel Ditangkap Polisi

“Untuk langka ini Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota untuk menyiapkan fasilitas belajar dari rumah atau belajar secara daring dengan menyiapkan paket atau kuota internet bagi pelajar se-Sultra. Selain itu daerah daerah yang belum memiliki akses atau jaringan internet juga disiapkan perangkatnya,” katanya.

Istri dari mantan Gubernur Sultra H Nur Alam itu menambahkan, saat ini dirinya memperjuangkan beasiswa bagi pelajar SD, SMP dan SMA sederajat dari program Indonesia Pintar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Saat ini, selaku wakil rakyat yang duduk di Komisi X DPR RI yang bermitra dengan Kemendikbud sementara mendorong kiranya ribuan pelajar di Sulawesi Tenggara untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah pusat. Harapannya pelajar kita ini dapat melanjutkan pendidikan dengan pemberian beasiswa,” tandasnya.

KARSESMAN/NURSADAH