December 12, 2017

Upah Guru Honorer Terancam Batal Naik

Pimpinan Badan Anggaran DPRD, H.M Joni Subagio SH, MH

BANYUWANGI – Rencana honor K2 (karyawan 2) didalamnya terdeiti Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) naik 100 persen lebih, terancam batal direalisasikan di APBD 2018. Karena terjadi budaya klaim dari lembaga lain yang mengaku lebih eksis di bidang pendidikan.

Kabar batalnya kenaikan honor GTT dan PTT itu, dibenarkan Pimpinan Badan Anggaran DPRD, H.M Joni Subagio SH, MH saat dikonfirmasi. “Tindakan klaim ini tidak elok. Karena usulan ini masih belum definitif masuk APBD,” tegas politisi PKB, akrab disapa Abah Joni, Senin (20/11/2017).

Sekedar tahu, kata Abah Joni, Badan Anggaran telah memperjuangkan usulan penambahan anggaran untuk K2 harus memangkas anggaran dari pos-pos SKPD lain untuk menaikan honor dari Rp. 300 ribu menjadi Rp. 750 ribu itu. “Usulan untuk K2 ini, melalui perdebatan dengan eksekutif,” ungkapnya.

Ditambahkan Abah Joni, proses pembahasan Rancangan APBD 2018 masih berlangsung. Persoalan K2 akan ditinjau dari laporan keuangan pemerintah daerah. Apakah masih perlu ditambah atau ditinjau kembali rencana kenaikan honor K2 nanti.

“Kita lihat nanti LK (laporan keuangan) pemkab,” imbuhnya.

Informasi diterima, salah satu organisasi yang eksis di pendidikan sempat mengajukan audensi dengan bupati. Organisasi itu terang-terangan menyampaikan pada karyawan K2 bahwa usulan kenaikan honor dari lembaganya.

Reporter: Hariyadi

 

banner 468x60
%d bloggers like this: