Warga Kelurahan Sea Tewas Usai Menabrak Ternak

35
Ali terbaring disamping Rani (istrinya) yang meninggal dunia karena menabrak seekor sapi di Desa Wolulu (FOTO : YUSRI)

BeritaRakyat.id, Kolaka – Seorang warga Kelurahan Sea bernama Rani, kehilangan nyawa ketika bersama suaminya menabrak seekor sapi di desa Wolulu kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Minggu (13/12/2020).

Menurut pengakuan Ali yang juga suami Almarhumah, pada sore hari dia, anak dan istrinya berniat mendatangi orang tuanya di kecamatan Polinggona. Namun menjelang Magrib, ketika berada di desa Wolulu tiba-tiba seekor sapi menyeberang jalan dan dia tidak bisa menghindar.

“Tiba-tiba seekor sapi menyeberang jalan dan saya tidak bisa menghindarnya,” ungkap Ali yang terbaring lemah disamping mayat istrinya, di rumah kakaknya kampung Jawa kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, Senin (14/12/2020).

Akibat tabrakan tersebut, mengakibatkan Rani mengalami luka sangat parah dan tidak sadarkan diri hingga dibawah di Unit Gawat Darurat (UGD) dan ICU Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka, hingga meninggal dunia sekira pukul 01.30 wita dini hari.

Suami korban Ali mengalami luka parah pada kakinya, hingga sulit digerakkan, sementara anaknya Rasya umur 8 tahun mengalami luka pada kepalanya.

Atas kejadian ini, Direktur LSM Lingkar Demokrasi Rakyat (Lider) Sultra Herman Syahruddin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak seenaknya melepas hewan ternaknya, apalagi di jalan poros, sebab sangat membahayakan pengendara kendaraan.

Baca Juga :  Kapolres Muna Himbau Masyarakat Muna Ikut Vaksin

“Kejadian warga meninggal karena menabrak sapi bukan terjadi sekali ini, tapi sudah ada beberapa orang. Ini jadi perhatian pemerintah untuk melakukan tindakan tegas, supaya jangan lagi ada jatuh korban,” tegas Herman.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kolaka Marsukat Riadi kepada wartawan (3/12/2020) mengungkap bahwa kecamatan Watubangga dan Tanggetada merupakan daerah rawan bagi pengendara, sebab banyak sapi berkeliaran.

Marsukat juga mengingatkan kepada pemilik ternak agar tidak membiarkan peliharaannya berkeliaran, sebab bisa dipidana. Dia menegaskan, pihaknya dapat melakukan tindakan jika setelah sosialisasi masih ada hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya.

“Kalau sudah sosialisasi lalu masih ada yang berkeliaran, maka ternaknya akan kami amankan di kantor. Bila seminggu tidak diambil, maka kami akan kirim ke pulau. Pemiliknya juga bisa dipidana, dan ini sudah ada aturannya,” tegas Marsukat Riadi.

YUSRI