Waspadai Corona, KPU dan Pendaftar Pilkada Sebaiknya Jalani Swab Test

178
Ketua JaDI Konsel Sutamin Rembasa

BeritaRakyat.id,. Konawe Selatan – Pendaftaran bakal calon kepala daerah (Cakada) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) penyelanggara Pilkada akan dilaksanakan 4-6 September 2020. Pendaftaran ini tentunya akan melibatkan banyak orang.

Terjadinya kerumunan massa tersebut, bisa jadi protokol kesehatan Covid-19 yang mengharuskan jaga jarak, menjadi terabaikan. Dengan demikian, penyebaran virus Corona juga makin rawan terjadi.

Namun, agar wabah Covid-19 tidak terus mewabah pihak KPU maupun peserta pendaftaran cakada, sebaiknya menjalani swab test sebelum masa pendaftaran. Dengan begitu, bila ada yang terinfeksi Covid-19 dapat segera terdeteksi

Hal ini sesuai dengan permintaan Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sutamin Rembasa. Katanya, bila tidak dilakukan swab bisa jadi pelaksanaan pendaftaran cakada tersebut menjadi cluster baru penyebaran virus Covid-19.

“Memang sebaiknya dilakukan Swab terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri di KPU. Peserta Swab itu kepada calon bupati dan wakil bupati, ketua dan sekretaris partai politik, liaison officer (LO) serta komisioner beserta staf dan Bawaslu yang terlibat di pendaftaran di KPU,” ujar Sutamin kepada media ini di Andoolo, Minggu (30/08/2020).

Mantan Komisioner KPU Konsel itu mengaku, syarat swab untuk daftar di KPU memang tidak diatur dalam PKPU, namin dengan penerapan protokoler kesehatan standar Covid di masa pandemi saat ini perlu ditambahkan. Termasuk sejumlah protokol kesehatan lainnya.

Baca Juga :  Dongkrak Perekenomian Sultra PT VDNI Masuk ke Dalam PSN 2021

“Bila ini tidak diindahkan oleh penyelenggara maupun peserta, penularan corona yang saat ini masih mewabah akan menjadi cluster baru. Untuk itu kami minta kepada semua pihak agar untuk melakukan hal tersebut untuk menghindari penyebaran wabah tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, anggota KPU Konsel Sakirman mengaku, untuk syarat Rapid dan Swab itu diberlakukan kepada pasangan calon yang akan mendaftar. Sementara itu untuk pendamping seperti Ketua dan sekretaris parpol, LO dan panitia penerima di KPU hanya rapid saja.

“Iya di pendaftaran memang diharuskan menerapkan protokol kesehatan standar covid dimasa pandemi saat ini. Untuk swab hanya untuk Paslon, lainnya cukup Rapid Tes saja. Selain itu di KPU juga sudah menyiapkan dan akan melaksanakan proses pendaftaran dengan protokol kesehatab,” jelasn Sakirman, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (30/08/2020).

AKBARl/NURSADAH