Debat Kandidat, Tiga Calon Bupati Konsel Janjikan Kesejahteraan

227
Debat publik tiga pasangan calin Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan yang digelar KPU di Hotel Wonua Monapa (FOTO : AKBAR)

BeritaRakyat.id, Konawe Selatan – Tahapan debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) telah dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Sabtu (28/11/2020), malam. Tiga pasangan calon yang akan bertarung, memaparkan visi misinya masing-masing dalam debat yang disiarkan melalui salah satu TV swasta itu.

Sesuai tema debat yakni mewujudkan Konawe Selatan yang berdaya saing melalui optimalisasi pelayanan publik pemanfaatan sumber daya dan penguatan kearifan lokal menuju masyarakat sejahtera, tiga pasangan calon menjanjikan kesejahteraan untuk masyarakat Konsel.

Mulai dari pasangan nomor urut 01, Rusmin Abdul Gani-Senawan (RAG-SS), menjanjikan kesejahteraan melalui pembangunan kampung industri pertanian, industri kreatif
kampung cerdas, dan kampung lestari.

“Semua ini akan mewujudkan program unggulan kita, membuka 30 ribu lapangan kerja bagi masyarakat Konawe Selatan, dua ekor sapi bagi 40 kepala keluarga di setiap desa potensial, peningkatan produksi padi sawah, khusunya gabah dari 4 ton menjadi 6 ton, dan bantuan modal teknologi pertanian dan akses pasar bagi nelayan tangkap, ” terang Rusmin.

Baca Juga :  Nur Endang Abbas; HPN di Kendari, Peserta Datang dengan Senyum, Pulang dengan Tawa

Selanjutnya, pasangan nomor urut 02, Surunuddin Dangga-Rasyid menjanjikan kesejahteraan melalui program pembangunan desa.

” Visi kami Sejahtera dan unggul berbasis pedesaan masih relevan untuk dilanjutkan, selain mendapat pengakuan dari lembaga dan kementerian kami juga mendapat apresiasi dari visi dan misi pasangan calon untuk itu kami mengucapkan terima kasih, sehingga kami berkeyakinan dapat melanjutkan pembangunan konawe selatan ke arah yang lebih baiktahun 2021-2026,” ucap Surunuddin.

Sementara pasangan nomor urut 03, Muh Endang-Wahyu Ade Pratama mengaku akan mengurusi perikanan, perkebunan, peternakan dan UKM untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Masalah utamanya di sini adalah rendahnya nilai tambah. Harga jual lebih murah jauh daripada nilai biaya produksi. UKM kita modal pasar dan skil akan kami intervensi dengan anggaran kebijakan pendampingan, pelatihan dan pendidikan,” kata Endang.

AKBAR/NURSADAH